Sabtu, 11 April 2026

Farhan Irfanto, Anak Muda Cirebon yang Bawa Kopi Indonesia Mendunia

Salah satu sosok muda yang kini getol mengusung kopi Indonesia ke panggung global adalah Farhan Irfanto

Dok Farhan
KOPI - Farhan Irfanto (26), pemilik Uberall Roastery Cirebon sekaligus co-founder café roastery Meramanis di Jerman. Farhan merupakan salah satu sosok muda yang kini getol mengusung kopi Indonesia ke panggung global 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspit

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Hari Kopi Sedunia yang diperingati setiap 1 Oktober bukan sekadar ajang merayakan minuman paling populer sejagat, tetapi juga momentum mengenalkan kekayaan kopi nusantara. 

Salah satu sosok muda yang kini getol mengusung kopi Indonesia ke panggung global adalah Farhan Irfanto (26), pemilik Uberall Roastery Cirebon sekaligus co-founder café roastery Meramanis di Jerman.

Kecintaan Farhan pada kopi bermula sejak SMA. 

“Waktu itu, sekitar 2016–2017, saya suka nongkrong di kafe dan memesan filter coffee, seperti V60. Saya hanya sekedar minum, belum benar-benar memahami kopi,” kata Farhan saat ditemui di Kozi Budaraa, Jalan Bukit Dago Utara, Senin (30/9/2025)

Segalanya berubah ketika ia pindah ke Jerman pada 2018. Suatu hari, ia memesan espresso di Hamburg, namun terkejut karena kopi yang datang berukuran kecil. 

Baca juga: Kopi Excelsa Sumedang Jadi Andalan Baru UMKM di Hari Kopi Sedunia

“Dari situ titik baliknya,  saya sering beli cappuccino, tapi sebagai mahasiswa itu mahal, 3–4 euro sekali pesan. Akhirnya saya belajar bikin sendiri,” kata Farhan.

Berbekal rasa ingin tahu, ia mulai membeli alat-alat seduh, biji kopi, hingga belajar lewat YouTube. 

Tak hanya itu, ia sering berkunjung ke roastery setempat di Hamburg. 

“Saya bertanya langsung ke roaster tentang teknik roasting, menyeduh, dan mereka terbuka. Dari situlah saya mulai mendalami kopi,” ujarnya.

Saat pandemi Covid-19 melanda 2020, Farhan sempat kembali ke Indonesia. Di masa itu, ia memberanikan diri membuka usaha roastery kecil di Cirebon, cikal bakal Uberall Roastery. 

Namun, karena harus melanjutkan aktivitas di Jerman, ia kembali ke Hamburg.

Di sanalah ia semakin serius, pada 2021–2022, ia mulai mengikuti kompetisi kopi internasional. 

Salah satunya, ia menggunakan kopi excelsa dari petani Bandung dan Sumedang. 

Baca juga: Andalkan Jaringan Internet Telkomsel, Local Hero Pengalengan ini Kenalkan Kopi Arabika pada Dunia

“Saya sempat juara empat German Brewers Cup 2022. Dari situ, saya makin percaya diri bahwa kopi Indonesia punya tempat di panggung dunia,” katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved