Jumat, 12 Juni 2026

Punya Usaha Tapi Terbentur Modal, Simak Tips Memulai Usaha di Jalur yang Lebih Realistis

Keinginan memiliki usaha sendiri kerap terbentur persoalan mulai dari modal, biaya sewa tempat, stok barang, promosi, hingga risiko rugi di awal.

Tayang:
Istimewa
USAHA TANPA MODAL - Para tenaga pemasar yang sukses 'berwirausaha' tanpa modal besar. einginan memiliki usaha sendiri kerap terbentur satu persoalan mulai dari modal, biaya sewa tempat, stok barang, promosi, hingga risiko rugi di awal. Sehingga banyak orang akhirnya menahan langkah. 

Ringkasan Berita:
  • Keinginan memiliki usaha sendiri kerap terbentur satu persoalan mulai dari modal hingga risiko rugi di awal. Sehingga banyak orang akhirnya menahan langkah
  • Di tengah kondisi tersebut, dunia kerja justru bergerak semakin dinamis
  • Pilihan karier kini tidak lagi terpaku pada jalur konvensional, jam kerja kaku, atau struktur organisasi. 
  • Salah satunya adalah profesi tenaga pemasar
  • Profesi tenaga pemasar sering dianggap sebelah mata padahal sangat dekat dengan semangat wirausaha

TRIBUNJABAR.ID - Keinginan memiliki usaha sendiri kerap terbentur satu persoalan mulai dari modal, biaya sewa tempat, stok barang, promosi, hingga risiko rugi di awal. Sehingga banyak orang akhirnya menahan langkah.

Di tengah kondisi tersebut, dunia kerja justru bergerak semakin dinamis. Pilihan karier kini tidak lagi terpaku pada jalur konvensional, jam kerja kaku, atau struktur organisasi. 

Salah satunya adalah profesi tenaga pemasar.

Profesi tenaga pemasar sering dianggap sebelah mata, padahal pada praktiknya profesi ini sangat dekat dengan semangat wirausaha.

Tenaga pemasar membangun portofolio dan relasi, menyusun target dan mengatur waktunya sendiri. Banyak orang memilih jalur ini karena dua hal: fleksibilitas dan kesempatan bertumbuh.

Baca juga: H+7 Lebaran Pantai Palabuhanratu Masih Rama, Ada yang Bermalam Pakai Tenda

Di industri asuransi, misalnya, tenaga pemasar tidak hanya berperan menjelaskan produk. Mereka juga menjadi pihak yang mendampingi masyarakat memahami perencanaan keuangan, hingga keputusan-keputusan finansial penting yang tidak mudah.

Kebutuhan edukasi ini juga masih sangat besar. Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2024 mencatat indeks literasi keuangan syariah 43,42 persen dan inklusi keuangan syariah 13,41 persen. Angka ini memperlihatkan bahwa masih banyak masyarakat yang membutuhkan penjelasan yang mudah dipahami, dan pendampingan yang tepat, agar lebih percaya diri dalam memilih solusi keuangan.

Di titik inilah tenaga pemasar yang profesional punya peran penting: bukan sekadar mencari penjualan, tetapi membantu orang mengambil keputusan yang lebih terencana.

Peluang usaha menjadi tenaga pemasar diakui industri. Ada indikator yang bisa dilihat secara nyata. Tenaga pemasar Prudential Syariah, misalnya, mencatat capaian di level industri melalui penghargaan. Pada ajang Sharia Insurance Convention and Awards (SICA) 2025, tenaga pemasar Prudential Syariah memborong enam penghargaan salah satunya sebagai The Best of The Best Sharia Agent maupun penghargaan lainnya  yang diberikan kepada tenaga pemasar dan leader dari berbagai daerah.

Capaian seperti ini menunjukkan bahwa profesi tenaga pemasar memiliki jalur pengembangan yang jelas, mulai dari pembekalan, peningkatan kapasitas, hingga peluang berprestasi. Dengan kata lain, ini bukan pekerjaan yang “jalan di tempat”, melainkan bisa menjadi karier yang bertumbuh jika dijalankan dengan disiplin.

Nakalnya Monyet Liar di TWA Pangandaran: Curi Makanan Wisatawan hingga Rusak Sepeda Motor

Selain prestasi, kisah di lapangan menunjukkan bahwa profesi tenaga pemasar bukan sekadar soal penghasilan, tetapi juga soal dampak, membantu peserta dengan mendampingi keluarga saat tertimpa musibah, membantu proses klaim, dan memastikan hak perlindungan diterima sesuai ketentuan.

Seperti diungkapkan Raka Rosadi Putra, seorang agency builder di Prudential Syariah.

“Saya cari yang risikonya cukup rendah, tapi tetap punya potensi profit. Dari beberapa opsi, Prudential Syariah itu awalnya pilihan terakhir. Tapi setelah saya eliminasi berdasarkan risiko dan peluangnya, justru ini yang paling ideal dan worth it buat saya,” ujar Raka dalam keterangannnya, Sabtu (28/3/2026).

Raka menekuni profesi ini secara full-time sejak 2022 dan telah menangani klaim dari jutaan hingga ratusan juta rupiah, termasuk pernah mendampingi peserta dengan klaim hingga Rp500 juta; totalnya kini mencapai miliaran rupiah. 

Bisnis ini hanya perlu dimulai sekarang bahkan tanpa harus mengeluarkan modal besar.  
Dalam profesi tenaga pemasar, yang biasanya paling menentukan bukan besar kecilnya modal uang, melainkan konsistensi untuk mulai segera belajar, membangun jaringan, menjaga disiplin waktu, serta mengutamakan kebutuhan orang yang dilayani.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved