Jumat, 17 April 2026

Efektivitas Program Kerja: Pemprov Jabar Sukses Turunkan Kemiskinan dan Pengangguran diJawa Barat

Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) mencatatkan prestasi gemilang dalam pembangunan daerah sepanjang tahun 2025.

Editor: Siti Fatimah
Tribun Jabar/dok humas pemprov jabar
WAGUB JABAR - Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan mengatakan mengatakan, beberapa upaya untuk mengurangi tingkat kemiskinan telah dilakukan Pemda Provinsi Jawa Barat, mulai dari pengurangan kantong kemiskinan, pengurangan beban pengeluaran dan peningkatan pendapatan masyarakat miskin. 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencatatkan prestasi gemilang dalam pembangunan daerah sepanjang tahun 2025
  • Pemprov Jabar menggencarkan Gerakan Pangan Murah
  • Pengangguran terbuka di Jawa Barat berhasil diturunkan pada 2025 menjadi 6,66 persen

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG  - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) mencatatkan prestasi gemilang dalam pembangunan daerah sepanjang tahun 2025. Berdasarkan keputusan Menteri Dalam Negeri, Pemprov Jabar berhasil meraih skor kinerja tinggi sebesar 3,6672, yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat di Tanah Pasundan. 

Salah satu capaian paling signifikan adalah penurunan angka kemiskinan dan tingkat pengangguran terbuka.

Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan persentase penduduk miskin di Jawa Barat pada 2025 kini berada di angka 6,78 persen atau sekitar 3,55 juta jiwa. Angka ini mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 7,08 persen. 

Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari berbagai strategi terukur, mulai dari pengurangan kantong kemiskinan, penekanan beban pengeluaran, hingga peningkatan pendapatan masyarakat

Dalam upaya menjaga daya beli dan menekan pengeluaran warga, Pemprov Jabar telah menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebanyak 1.874 kali yang tersebar di 27 kabupaten/kota.

Selain itu, program Operasi Pasar Bersubsidi juga menjadi andalan agar masyarakat rentan bisa mendapatkan komoditas pokok dengan harga yang jauh lebih terjangkau. 

Tak hanya soal pangan, pemerintah juga melakukan intervensi di sektor kesehatan serta subsidi energi dan sumber daya mineral guna meringankan beban ekonomi warga miskin secara menyeluruh.

Dengan tren positif ini, Jawa Barat optimis dapat terus meningkatkan kualitas hidup warganya di tahun-tahun mendatang.

"Pemda Provinsi Jawa Barat membiayai iuran jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin sehingga dapat menekan pengeluaran masyarakat miskin," kata Erwan, Senin (30/3/2026).

Pada sektor energi dan sumber daya mineral, upaya mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin dilakukan dengan meningkatkan menyediakan jaringan listrik.

Pemprov Jabar telah melakukan identifikasi data terhadap masyarakat tidak mampu penerima jaringan listrik sebanyak 76.123 satuan sambungan di 1.367 desa/ kelurahan. 

Upaya terakhir, yakni meningkatkan pendapatan masyarakat miskin. Upaya ini dilakukan dengan cara menyelenggarakan pelatihan bagi pekerja migran Indonesia.

"Kami juga menyalurkan bantuan modal usaha kepada kelompok usaha bersama (KUBE) sebanyak 57 KUBE untuk meningkatkan pendapatan fakir miskin," ucap Erwan.

Tingkat pengangguran turun

Selain tingkat kemiskinan, pengangguran terbuka di Jawa Barat juga berhasil diturunkan pada 2025 menjadi 6,66 persen.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved