Jumat, 8 Mei 2026

Wakil Ketua DPRD Soroti Banjir Rancabolang yang Terus Berulang Tanpa Solusi

Wakil Ketua DPRD Kota Bandung, Edwin Senjaya, menyoroti banjir yang kembali merendam kawasan Rancabolang, Kota Bandung

Tayang:
Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Siti Fatimah
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
EDWIN SENJAYA - Wakil Ketua DPRD Kota Bandung, Edwin Senjaya menyoroti banjir Rancabolang. 

Ringkasan Berita:
  • Wakil Ketua DPRD Kota Bandung, Edwin Senjaya, menyoroti banjir yang kembali merendam kawasan Rancabolang, Kota Bandung
  • Edwin Senjaya mengatakan, banjir tersebut sudah tidak bisa lagi ditangani secara parsial, melainkan harus diselesaikan secara komprehensif dari hulu hingga hilir
  • Untuk mengatasi persoalan tersebut,  warga membutuhkan sumur resapan, kolam retensi, dan pompa air.

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNGWakil Ketua DPRD Kota Bandung, Edwin Senjaya, menyoroti banjir yang kembali merendam kawasan Rancabolang, Kota Bandung karena hingga kini banjir tersebut tak kunjung surut hingga akhirnya dikeluhkan warga.

Sorotan itu mencuat setelah adanya keluhan langsung dari warga RW 03, RT 01 hingga RT 05 Rancabolang.

Mereka menyampaikan keresahan terhadap banjir yang terus berulang dan tidak kunjung tertangani secara tuntas.

"Mereka mengeluh dan mempertanyakan, apakah ini memang tidak bisa diselesaikan oleh Pemkot. Karena ini bukan persoalan baru, sudah bertahun-tahun terjadi. Harapannya tentu ada solusi konkret," ujar Edwin, Kamis (16/4/2026).

Edwin mengatakan, banjir tersebut sudah tidak bisa lagi ditangani secara parsial, melainkan harus diselesaikan secara komprehensif dari hulu hingga hilir, sehingga wajar jika warga menanyakan keseriusan penanganan dari pemerintah kota.

Menurutnya, keluhan warga muncul karena persoalan banjir tersebut bukan terjadi dalam hitungan satu atau dua tahun, melainkan sudah berlangsung cukup lama tanpa solusi konkret yang dirasakan di lapangan.

Salah satu persoalan utama yang ditemukan di lapangan, kata Edwin, adalah terganggunya sistem drainase sejak adanya pembangunan proyek kereta cepat Whoosh yang dilakukan oleh PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC).

"Di sana ada saluran drainase yang sejak ada pembangunan kereta api cepat jadi tertutup. Dulu di Rancabolang tidak seperti ini. Warga juga mengusulkan agar saluran tersebut bisa segera dibenahi," katanya.

Dia mengatakan, imbas dari pembangunan itu terdapat saluran air yang sebelumnya memang berfungsi dengan baik, namun kini tertutup sehingga menghambat aliran air saat Kota Bandung diguyur hujan deras.

Selain itu, kata dia, kondisi infrastruktur pengendali banjir yang belum tuntas turut memperparah situasi.

Sebab, di sana terdapat tanggul yang hingga kini belum selesai dibangun, akibatnya ketika curah hujan tinggi, air dengan cepat meluap dan menggenangi permukiman warga.

"Posisi mereka memang lebih rendah karena dekat dengan perumahan. Jadi ketika hujan deras, air langsung mengalir ke sana dan sulit surut," ucap Edwin.

Menurutnya, kondisi geografis kawasan Rancabolang memang berada di dataran lebih rendah dibandingkan wilayah sekitarnya dan  berdekatan dengan kompleks perumahan, sehingga limpasan air dari area yang lebih tinggi semakin memperbesar potensi genangan.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, kata dia, warga membutuhkan sumur resapan, kolam retensi, dan pompa air.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved