Sabtu, 25 April 2026

Ekonomi Jabar Tumbuh Positif di Tengah Tekanan Global

Edi Askari, menilai kinerja perekonomian Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada tahun pertama berada di jalur yang tepat dan sesuai target RPJMD

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Siti Fatimah
Dok Edi Askari
EDI ASKARI - Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat dari Fraksi Golkar, Edi Askari, menilai kinerja perekonomian Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada tahun pertama berada di jalur yang tepat dan sesuai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). 

Ringkasan Berita:
  • Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat dari Fraksi Golkar, Edi Askari, menilai kinerja perekonomian Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada tahun pertama berada di jalur yang tepat dan sesuai target RPJMD
  • Berdasarkan realisasi indikator makro yang ditetapkan sejak awal periode RPJMD 2025, kinerja ekonomi Jawa Barat menunjukkan hasil yang relatif menggembirakan
  • Laju pertumbuhan ekonomi (LPE) Jawa Barat ditopang oleh peningkatan produk domestik regional bruto (PDRB) dari berbagai sektor

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat dari Fraksi Golkar, Edi Askari, menilai kinerja perekonomian Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada tahun pertama berada di jalur yang tepat dan sesuai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Hal itu, kata Edi, tercermin dari capaian indikator makro yang tetap tinggi di tengah tekanan global dan keterbatasan anggaran.

Edi mengatakan, berdasarkan realisasi indikator makro yang ditetapkan sejak awal periode RPJMD 2025, kinerja ekonomi Jawa Barat menunjukkan hasil yang relatif menggembirakan.

“Di tengah krisis ekonomi global dan penurunan anggaran, kinerja perekonomian kita masih cukup tinggi dan on track sesuai target RPJMD,” ujar Edi, Sabtu (25/4/2026).

Edi menjelaskan, laju pertumbuhan ekonomi (LPE) Jawa Barat ditopang oleh peningkatan produk domestik regional bruto (PDRB) dari berbagai sektor.

Kontribusi terbesar masih berasal dari sektor industri manufaktur, sementara sektor pertanian berada di posisi berikutnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi catatan penting mengingat Jawa Barat memiliki potensi agraris yang besar, tetapi kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB masih relatif kecil.

“Ini menunjukkan sektor pertanian belum mendapat perhatian optimal, padahal potensinya besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Selain itu, Edi juga menyoroti peningkatan konsumsi masyarakat yang dinilai cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Hal ini mencerminkan daya beli masyarakat yang mulai membaik.

“Artinya dari sisi ekonomi, daya beli masyarakat sudah mulai terangkat,” ucapnya.

Di sisi investasi, Edi mengakui realisasi investasi di Jawa Barat mengalami peningkatan dan bahkan melampaui target.

Namun, distribusinya masih terkonsentrasi di wilayah Karawang dan Bekasi.

Sementara itu, kawasan Rebana yang diproyeksikan sebagai pusat pertumbuhan baru, termasuk wilayah Subang, Indramayu, Cirebon, Majalengka, dan Sumedang, dinilai belum menunjukkan perkembangan investasi yang signifikan.

“Padahal kawasan Rebana ini sangat strategis untuk pengembangan industri di wilayah utara dan timur Jawa Barat,” katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved