Sabtu, 25 April 2026

Cuaca Ekstrem, Puluhan Perahun Nelayan di Cidaun Cianjur Rusak akibat Diterjang Gelombag Tinggi

Tercatat ada sebanyak 67 perahu milik nelayan setempat yang rusak dan tenggelam akibat diterjang gelombang tinggi serta angin kencang.

Penulis: Fauzi Noviandi | Editor: Seli Andina Miranti
Istimewa/Kasat Polairud
SELAMATKAN PERAHU NELAYAN - Petugas gabungan bersama warga menarik perahu nelayan yang tenggelam ke darat di Pantai Jayanti, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Rabu (30/7/2025) 

Laporan Kontributor Tribunjabar Kabupaten Cianjur, Fauzi Noviandi.

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Puluhan perahu nelayan yang bersandar di dermaga Pantai Jayanti, Desa Cidamar, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, rusak akibat diterjang gelombang tinggi.

Kasat Polairud Polres Cianjur AKP Asep Machfud mengatakan, saat ini wilayah Pantai Cianjur sedang diterjang gelombang tinggi dan cuaca ekstrem pada Selasa (29/7/2025) hingga Rabu (30/7/2025).

"Akibat cuaca ekstrem tersebut membuat puluhan perahu nelayan yang sedang bersandar di dermaga rusak dan tenggelam," katanya saat dihubungi, Rabu (30/7/2025).

Hingga saat ini, lanjut dia, tercatat ada sebanyak 67 perahu milik nelayan setempat yang rusak dan tenggelam akibat diterjang gelombang tinggi serta angin kencang.

Baca juga: Cianjur Diprediksi Hadapi Cuaca Ekstrem hingga Agustus, Nelayan Diminta Waspada Gelombang Tinggi

“Hari ini yang terdata ada 40 perahu terdampak, ditambah 27 unit yang sudah tercatat kemarin. Jadi total keseluruhan saat ini 67 perahu yang tenggelam dan rusak,” katanya.

Ia mengatakan, puluhan perahun tersebut berada dalam posisi diikat di laut. Namun karena ikatan yang tidak cukup kuat dan hantaman ombak besar, sebagian perahu lepas hingga terbalik atau mengalami kerusakan berat.

“Tidak ada korban jiwa atau luka dalam kejadian tersebut, karena posisi perahu nelayan sedang berada di dermaga," kata dia.

Asep menjelaskan, proses evakuasi sudah dilakukan dari kemarin sejak pagi, namun sempat dihentikan karena kondisi cuaca yang masih buruk.

“Tadi pagi sudah tiga perahu berhasil ditarik ke darat, sementara kemarin ada empat yang sudah dievakuasi lebih dulu. Karena sampai siang tadi cuaca tidak memungkinkan jadi kita tunda dulu proses evakuasi, kita lanjut besok nunggu cuaca aman,” katanya.

Dia juga menambahkan, kerusakan perahu bervariasi, hingga mengalami kerusakan mesin. Perkiraan kerugian materi belum bisa dipastikan karena masih dalam pendataan masing-masing pemilik perahu.

"Proses evakuasi, Polairud dibantu berbagai unsur, termasuk nelayan, masyarakat, potensi SAR lokal, dan aparat setempat. Terdiri dari empat personel, serta potensi masyarakat juga aparat lainnya, total sekitar 20 orang di lapangan,” katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved