Demo Pekerja Pariwisata di Gedung Sate
Momen Pejabat Gedung Sate Nonton Staf Biro Kesra Hadapi Sopir Bus yang Ngotot Bertemu Dedi Mulyadi
Perdebatan masa aksi dengan staf Biro Kesra itu pun sempat berlangsung beberapa menit. Sebelum akhirnya masa aksi kembali ke luar area Gedung Sate.
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Momen miris terjadi saat sejumlah masa aksi dari sopir bus dan kernet Pariwisata ngotot dipertemukan dengan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi saat menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (21/7/2025).
Saat itu, masa aksi yang sudah menduduki halaman Gedung Sate sejak pukul 10.00 WIB, tak kunjung ditemui pejabat Gedung Sate hingga siang hari.
Sekitar pukul 13.00 WIB, datang salah satu staf dari Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) bernama Juan menemui massa aksi.
Juan datang seorang diri menemui massa aksi yang sudah mulai panas. Juan meminta agar massa aksi bersabar. Semua aspirasi mereka pun, akan disampaikan kepada Gubernur Jabar.
Namun, massa aksi yang sudah emosi, mendesak Juan agar menghubungi Dedi Mulyadi melalui assisten pribadinya.
Juan kemudian mengajak massa aksi ke area dalam Gedung Sate, untuk beraudiensi. Namun, ajakan itu ditolak mentah-mentah.
Juan pun sempat dikerumuni massa aksi. Di tengah-tengah situasi tersebut, terlihat sejumlah pejabat Pemprov Jabar seperti Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Ahmad Taufiqurrahman dan Asisten Daerah (Asda) bidang Administrasi Umum, Kusmana Hartadji serta sejumlah stafnya yang menonton Juan dikerumuni massa aksi.
Padahal, saat Juan berjalan bersama masa aksi menuju area taman samping kiri Gedung Sate, sempat berpapasan dengan sejumlah pejabat Gedung Sate. Bahkan, jarak antara para pejabat Pemprov Jabar dengan Juan yang tengah dikerumuni massa itu, hanya sekitar sekitar dua meter saja.
Perdebatan antara masa aksi dengan staf Biro Kesra itu pun sempat berlangsung beberapa menit. Sebelum akhirnya masa aksi kembali ke luar area Gedung Sate dan membubarkan diri.
Biro Kesra sendiri merupakan lembaga yang mengeluarkan surat edaran larangan studi tour untuk sekolah di Jabar.
Sebelumnya, sejumlah sopir kernet Bus dan pelaku usaha pariwisata di Jawa Barat, mendesak Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi mencabut Surat Edaran (SE), nomor 45/PK.03.03.KESRA tentang larangan menggelar studi tour.
Desakan itu disampaikan dalam aksi unjuk rasa yang digelar, di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (21/7/2025).
Menurut pantauan, aksi itu dimulai dengan iring-iringan bus sambil membunyikan klakson telolet yang diparkiran di kiri dan kanan halaman Gedung Sate.
Setelah itu, masa ke kemudian berkumpul di halaman Gedung Sate untuk menyampaikan orasi di atas mobil komando.
Koordinator aksi solidaritas para pekerja pariwisata Jawa Barat, Herdi Sudardja mengatakan, aksi itu dilakukan karena dampak dari SE yang dikeluarkan pada Mei 2025 telah menyengsarakan para sopir, kernet dan pelaku usaha pariwisata.
| Batal Demo Tolak Larangan Studi Tur, Pekerja Pariwisata Minta Gubernur Dedi Mulyadi Revisi Kebijakan |
|
|---|
| Kecewa Dijawab Lewat Medsos, P3JB Minta Dukungan DPR RI Desak Dedi Mulyadi Cabut Larangan Study Tour |
|
|---|
| Dampak Dedi Mulyadi Larang Study Tour, 50 Persen Pendapatan Pekerja Pariwisata Hilang |
|
|---|
| Beda Study Tour dan Piknik seperti Disebut Dedi Mulyadi, antara Rekreasi Murni atau Sambil Belajar |
|
|---|
| Sekolah di Bandung Bingung Sikapi soal Study Tour, Harus Ikut Larangan KDM atau Izin Farhan? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Staf-Biro-Kesra-Provinsi-Jabar-dikerumuni-massa-aksi-yang-ngot.jpg)