Kisah Ening, Harus Rela Kerja Tanpa Hari Libur untuk Beli Keperluan Sekolah Anak
Ening (42), seorang ibu asal Jagabaya, harus bekerja lebih keras dari biasanya saat emasuki tahun ajaran baru.
Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Giri
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ening (42), seorang ibu asal Jagabaya, Kabupaten Bandung, harus bekerja lebih keras dari biasanya saat emasuki tahun ajaran baru.
Sebagai buruh harian yang tidak memiliki pendapatan tetap, ia mengandalkan setiap peluang kerja yang datang demi bisa membelikan keperluan sekolah untuk anak-anaknya.
Ening mengatakan, setiap Senin hingga Jumat, bekerja sebagai asisten rumah tangga.
Ketika akhir pekan tiba, ia tidak beristirahat dan mengambil pekerjaan tambahan, mulai dari mencuci baju hingga menyetrika, demi menambah penghasilan.
“Pendapatan sehari-hari biasanya hanya bisa untuk makan. Saya sudah mulai cari kerja tambahan sebelum anak mulai pendaftaran sekolah karena saya tahu pendapatan saya enggak cukup,” kata Ening saat ditemui di toko Nice So Kiangroke, Sabtu (12//7/2025).
Baca juga: Buntut Kebijakan Dedi Mulyadi, Sekolah Swasta di Tasikmalaya Mengeluh Jumlah Pendaftar Anjlok
Ening ,mengatakan untuk bisa mendapatkan tambahan uang biaya sekolah memang tidak mudah, karena banyak biaya yang tidak terduga.
“Kalau hari Sabtu dan Minggu biasanya saya bantu-bantu di rumah orang. Kadang disuruh nyuci atau nyetrika, ya diambil saja, buat nambah beli keperluan anak,” kata Ening.
Meskipun lelah dan tak ada hari untuk beristirahat, Ening tetap mengusahakan supaya bisa membelikan kebutuhan anaknya.
Ening adalah orang tua tunggal. Ia pernah menikah dua kali, namun kini hidup sendiri sejak suaminya meninggal dan kemudian bercerai dari suami keduanya.
Ia harus membiayai dua anaknya yang masih sekolah. Anak bungsunya, seorang perempuan, akan masuk SMP tahun ini.
“Karena perempuan, anak saya pengennya tas dan perlengkapannya yang kekinian. Ya, saya usahakan, walau sederhana tapi tetap senang,” ujarnya.
Baca juga: KCD Pendidikan Wilayah VII Jabar Pastikan Belum Ada Sekolah Ajukan Dispensasi Masuk Lebih Siang
Untuk menghemat pengeluaran, Ening memilih berbelanja di toko perlengkapan murah, Nice So di Kiangroke.
Di sana, ia bisa mendapatkan berbagai kebutuhan sekolah dengan harga terjangkau.
“Di sini buku tulis isi 10 cuma Rp 21 ribu. Terus ada diskon semua dari harga Rp 5.000-an,” tutur Ening.
| Sempat Terdampar di Sorong Papua Barat, Warga Ciparay Bandung Dijadwalkan Pulang Sabtu Ini |
|
|---|
| Viral Siswa di Dayeuhkolot Bandung Kembalikan Paket MBG ke SPPG karena ''Bau Kelek'' |
|
|---|
| Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Longsor di Kabupaten Bandung, Sejumlah Kecamatan Terdampak |
|
|---|
| Rumah Pasutri Lansia di Bandung Barat Ini Kini Tak Lapuk Lagi, Diperbaiki Para Calon Jenderal Polisi |
|
|---|
| Hujan Deras, Longsor Sempat Blokir Jalan Penghubung Desa di Kertasari Bandung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Suasana-toko-Nice-So-yang-menghadirkan-perlenggkapan-sekolah.jpg)