Retret Kepala Daerah
Wamen Otto Hasibuan Ajak Kepala Daerah Bentuk Perda Berdasarkan Perspektif HAM
Otto Hasibuan mengajak kepala daerah untuk membuat perda yang berprinsip pada HAM.
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Giri
Laporan Kontributor TribunJabar.id Kiki Andriana dari Sumedang
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Otto Hasibuan, mengajak kepala daerah untuk membuat perda yang berprinsip pada HAM.
"Hendaknya sekarang ini kepala daerah ini dalam setiap mengambil kebijakan, membuat perda, dan sebagainya, harus berperspektif HAM," kata Otto setelah memberikan materi pada Retret Kepala Daerah Gelombang II di IPDN Jatinangor, Sumedang, Selasa (24/6/2025).
Dia menjelaskan, tugas utama kementeriannya adalah untuk sinkronisasi dan koordinasi semua hal yang terkait hukum, imigrasi, HAM, dan pemasyarakatakan.
"Namun kami tidak berarti hanya berkoordinasi dengan tiga lembaga terkait dengan hal itu, tapi dengan semua lembaga negara, selama mengenai hukum, HAM, imigrasi, dan pemasyarakatan," kata Otto Hasibuan di Balairung Rudini.
Baca juga: Perasaan Bupati Serang Akan Diceramahi Suaminya Sendiri Saat Retret di IPDN Jatinangor Sumedang
Menurut Otto, penting para kepala daerah mengetahui peran Kementerian Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan.
"Kami sampaikan agar kepala daerah mengetahui dan mengambil peran serta agar bisa mengimplementasikan isu-isu di pusat, semua peraturan, regulasi, dapat dilaksanakan di daerah. Daerah juga harus mewujudkan juga akses keadilan untuk masyarakat," katanya.
Retret Kepala Daerah Gelombang II berlangsung di IPDN. Sebanyak 84 termasuk di antaranya yang hadir menyusul) mengikuti kegiatan selama sepekan ini, 22-26 Juni 2025.
Baca juga: Keakraban Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya di Retret IPDN Jatinangor, Makan 15 Menit Tak Habis
Wamendagri, Bima Arya Sugiarto, dalam pidato sambutannya mengatakan bahwa IPDN dijadikan tuan rumah karena di antaranya adalah supaya para kepala daerah melihat bagaimana para pelayan publik di Indonesia dididik.
Dengan demikian, semangat pelayanan dan pengabdian para praja itu kepada rakyat diharapkan juga menjadi nuansa yang terbawa oleh para kepala daerah.
"Ada 34.800 alumni di seluruh Nusantara berikhtiar, waktunya, pikirannya, tenaganya hanya untuk melayani warga sebaik-baiknya. Di sini mereka disiapkan untuk jadi bagian dari warga, berpikir untuk kepentingan warga. Kemendagri menjadikan kampus yang penuh semangat melayani dan pegabdian menjadi tuan rumah retret gelombang II," ucap Bima. (*)
| Hanya Butuh 5 Hari, 86 Kepala Daerah Peserta Retret Gelombang II Resmi Jadi Alumni IPDN Jatinangor |
|
|---|
| Kepala Daerah Keliling IPDN Jatinangor Sumedang, Sebut Fasilitas Lama Belum Ada Peningkatan |
|
|---|
| Pesan Wamendagri Bima Arya Saat Tutup Retret Gelombang II di IPDN Jatinangor: Jangan Persulit Rakyat |
|
|---|
| Setelah Retret di IPDN Jatinangor, Wabup Berau Kepikiran Bikin Retret Camat hingga Kepala Desa |
|
|---|
| Usai Ikuti Retreat di IPDN, Cecep-Asep Akan Adopsi Program Barak Untuk Kades & Camat di Tasikmalaya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/jessica-wongso-otto-pn.jpg)