Retret Kepala Daerah

Hanya Butuh 5 Hari, 86 Kepala Daerah Peserta Retret Gelombang II Resmi Jadi Alumni IPDN Jatinangor

Sebanyak 86 kepala daerah telah tuntas menjalani rangkaian pembekalan untuk bisa memimpin daerah dengan presisi dan linier dengan program pusat.

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Januar Pribadi Hamel
Tribun Jabar/Kiki Andriana
PIN ALIMNI IPDN - Rektor IPDN Halilul Khairi usai menyematkan pin alumni Kehormatan IPDN kepada para kepala daerah peserta retret gelombang kedua, di IPDN Jatinangor, Sumedang, Kamis (26/6/2025) petang. 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Kiki Andriana dari Sumedang

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Sebanyak 86 kepala daerah telah tuntas menjalani rangkaian pembekalan untuk bisa memimpin daerah dengan presisi dan linier dengan program yang dicanangkan pemerintahan pusat di bawah orkestrasi Presiden RI, Prabowo Subianto, Kamis (26/6/2025)  sore. 

Retret kepala daerah gelombang kedua digelar di Institut Pemerintah Dalam Negeri (IPDN) Kampus Jatinangor, Kabupaten Sumedang.

Para kepala daerah tiba di kampus milik Kementerian Dalam Negeri itu pada Minggu (22/6/2025) siang. 

Setelah tuntas menjalani rangkaian pembekalan, para kepala  daerah  didaulat jadi alumni kehormatan IPDN

"Sebanyak 85 kepala daerah didaulat jadi alumni kehormatan IPDN. Penghargaan ini diberikan setelah bapak dan Ibu lulus mengikuti retret di IPDN," kata Rektor IPDN Halilul Khairi saat penutupan retret kepala daerah gelombang kedua. 

Halilul mengatakan, para kepala daerah yang telah lulus mengikuti retret gelombang kedua di IPDN setara dengan Praja menjalani pendidikan selama empat tahun. 

"Lima hari setara dengan empat tahun. Bapak dan Ibu sudah menjadi bagian dari IPDN," ujar Rektor. 

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengatakan, para kepala daerah memulai kesempatan untuk berkontribusi menjadikan Indonesia sebagai negara terbaik pada dua puluh tahun mendatang. 

"Indonesia ada dalam kesempatan terbaik, dalam 20 tahun lagi untuk jadi 1 dari 5 negara termaju di dunia. Menuju negara maju tidak mungkin pemerintah sendiri dan tidak bersama-sama," 

"Retret kepala daerah adalah ikhtiar dan perintah dari Presiden untuk memastikan bahwa pemerintah pusat dan jajaran pemerintah daerah bersama sama menyiapkan masa jaya Indonesia," kata Bima Arya. 

PENUTUPAN RETRET - Para kepala daerah saat mengikuti penutupan retret di Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Kamis (26/6/2025).
PENUTUPAN RETRET - Para kepala daerah saat mengikuti penutupan retret di Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Kamis (26/6/2025). (Tribun Jabar/Kiki Andriana)

Menurutnya, retret adalah akselerasi, sinkronisai, kolaborasi, dan sinergi para kepala daerah dengan kebijakan yang dibuat pemerintah pusat. 

"Di retret tidak hanya kebijakan dari pusat disampaikan dengan jelas, tapi dievaluasi, dikritisi, dan diumpan balik oleh para kepala daerah, agar kebijaksanaan dan startegi menjadi lebih matang," katanya. 

Bima Arya mengingatkan para kepala daerah adalah pengabdi dan pelayan rakyat, sesuai dengan motto yang sering dipekikkan di IPDN, yaitu "Bhineka Eka Nara Bakti" yang berbeda-beda tetapi tetap satu dalam pengabdian. 

"Bhineka Nara Eka Bakti! Walau berbeda tapi satu dalam pengabdian. Dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, semua dipersatukan oleh semangat pengabdian," katanya. (*) 

Artikel TribunJabar.id lainnya bisa disimak di GoogleNews.

IKUTI CHANNEL WhatsApp TribunJabar.id untuk mendapatkan berita-berita terkini via WA: KLIK DI SINI

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved