Muhaimin Iskandar Sentil Bandung: Jangan Cuma Romantis Sejarah, Saatnya Jadi Menara Indonesia Lagi
Ia menegaskan pentingnya konsolidasi dan sinergi lintas kementerian, lembaga, dan perbankan untuk melahirkan kemandirian ekonomi masyarakat,
Penulis: Nappisah | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG — Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, menyentil Wali Kota Bandung, agar Kota Bandung untuk tidak terjebak pada romantisme masa lalu dan mulai tampil sebagai “menara” peradaban baru bagi Indonesia.
Pernyataan itu disampaikannya dalam acara peluncuran program Berdaya Bersama: piloting standarisasi pendampingan dan pelatihan usaha masyarakat yang digelar di Braga, Kota Bandung , Sabtu (21/6/2025).
“Bandung harus kembali menjadi menara lagi untuk Indonesia yang akan datang. Sip, kan? Jangan hanya apa namanya romantis sejarahnya. Tapi kita harus betul-betul konteksnya hadir dalam sejarah baru di tantangan yang baru."
Baca juga: Muhaimin Tegaskan UMKM Harus Bergerak Sekarang, Tidak Boleh Bergantung pada Negara Lain
Ia mendorong kuat agar Kota Bandung tidak hanya dikenal karena kejayaannya di masa lalu sebagai pusat kreativitas, tapi juga benar-benar hadir dalam sejarah baru menghadapi tantangan zaman.
“Insyaallah Wali Kota kita ini berbeda dengan yang lalu. Mari kita betul-betul hadir dalam sejarah baru, menghadapi tantangan baru,” ujar Muhaimin.
Ia menegaskan pentingnya konsolidasi dan sinergi lintas kementerian, lembaga, dan perbankan untuk melahirkan kemandirian ekonomi masyarakat, terutama di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Kita ingin lahirkan kemandirian-kemandirian baru. Di sini ada Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA), Kementerian UMKM, Ekonomi Kreatif. Mari teruskan sinergi dalam pelatihan, pendampingan, dan akses pendanaan,” ujarnya.
Ia juga menyinggung pembiayaan seperti Permodalan Nasional Madani (PNM), Kredit Usaha Rakyat (KUR), dan berbagai Badan Layanan Umum (BLU) yang menawarkan skema permodalan berbunga rendah, seperti Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB).
“Jangan khawatir. Saya siap memakcomblangi semua pihak pemerintah, perbankan, PNM, BLU, hingga swasta untuk memobilisasi permodalan. Kalau motivasinya tinggi, uang akan kembali. Justru yang pinjam besar-besar yang sering bermasalah.”
Walikota Bandung, Muhammad Farhan, yang hadir dalam kesempatan yang sama, langsung merespons ajakan Muhaimin dengan menegaskan komitmennya memfungsikan Bandung Creative Hub sebagai kantor pusat gerakan Peduli Berdaya.
“Saya dengan tidak ragu meminta staf khusus Pak Menko untuk langsung kerja sama dengan Disbudpar agar Bandung Creative Hub dimanfaatkan sebagai pusat pergerakan,” ujar Farhan.
Menjawab tantangan dari Muhaimin Iskandar, Farhan menyebut, langkah yang dipersiapkan antara lain memanfaatkan semua fasilitas yang sudah ada.
Baca juga: Gus Muhaimin Kukuhkan 8 Kader Terpilih di Pilkada 2024 Jadi Pengurus DPW PKB Jabar
"Karena basis-basisnya sudah ada. Jadi kalau kantor, kan, Bandung Creativ Hub. Kalau publik space, contohnya ini dalam sekalian kita ngambil event di sini, ya, kita bikin lagi," imbuhnya.
Selain itu, pihaknya mendorong pemanfaatan ruang-ruang publik, seperti Teras Cihampelas hingga pemanfaatan ruang-ruang publik seperti sekolah sebagai tempat ekspresi kreatif dan pelatihan kewirausahaan anak-anak.
| Gaji Cair setelah 4 Bulan Menanti, Guru Honorer di Bandung Langsung Bayar Utang ke Kepsek |
|
|---|
| Farhan Pasang Badan! Cegah PHK Massal 3.144 Guru Honorer Bandung Akibat Aturan Baru Mendikdasmen |
|
|---|
| Tangis Bahagia 3.144 Guru Honorer di Bandung: Gaji Rapel 4 Bulan Cair Hari Ini |
|
|---|
| Delapan Lokasi Halte On Corridor BRT di Bandung Sudah Disurvei, Pembangunan Segera Direalisasikan |
|
|---|
| Stafsus Yovie Widianto: Optimalisasi AI & Adaptasi Strategi K-Pop untuk Pertumbuhan Ekonomi Kreatif |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Menteri-Koordinator-Bidang-Pemberdayaan-Masyarakat-Menko-PM-Muhaimin-Iskandar-braga.jpg)