Gaji Guru Honorer Kota Bandung Cair
Gaji Cair setelah 4 Bulan Menanti, Guru Honorer di Bandung Langsung Bayar Utang ke Kepsek
Selama gaji empat bulan itu tidak cair, Salman sempat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari hingga harus meminjam uang
Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Seli Andina Miranti
Ringkasan Berita:
- Gaji guru honorer di Kota Bandung yang tertunda sejak Januari–April 2026 akhirnya cair pada 30 April 2026.
- Pemkot Bandung menyiapkan anggaran Rp51 miliar dari APBD 2026 dan membuat regulasi melalui Perwal serta Kepwal untuk mengatasi kendala aturan UU ASN dan SE Menpan-RB.
- Muhamad Salman Nasir, guru honorer SDN 093 Tunas Harapan, sempat kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari hingga harus meminjam uang ke kepala sekolah.
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kebahagian tengah menyelimuti Muhamad Salman Nasir (30), seorang guru honorer di SDN 093 Tunas Harapan Cijerah, Kota Bandung karena gaji yang tertunda sejak Januari hingga April 2026 akhirnya cair, Kamis (30/4/2026).
Sebelumnya, gaji 3.144 guru honorer dari PAUD hingga SMP terlambat karena terganjal UU nomor 20 tahun 2023 tentang ASN dan SE Kementerian PAN-RB yang melarang pengalokasian anggaran bagi tenaga honorer selain PPPK.
Namun untuk menggaji mereka, Dinas Pendidikan Kota Bandung melakukan kajian dan membuat regulasi berupa Peraturan Walikota (Perwal) serta Keputusan Walikota (Kepwal), bahkan Pemkot Bandung menyiapkan anggaran Rp 51 miliar dari APBD Kota Bandung tahun 2026.
Baca juga: Gaji Guru Honorer Pemkot Bandung Sudah Cair, Pemprov Jabar Kapan? Sekda: Nuju Berproses
"Alhamdulillah, saya melihat teman-teman juga sudah pada bersyukur bahwa Pak Wali dan Pak Kadisdik sudah menepati janjinya. Dulu awalnya bilang tanggal 30 April gaji cair, hari ini ternyata memang benar," ujarnya saat dihubungi, Kamis (30/4/2026).
Selama gaji empat bulan itu tidak cair, Salman sempat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari karena selama ini dia hanya mengandalkan gaji guru honorer, sehingga ia terpaksa meminjam uang ke kepala sekolah.
"Alhamdulillah tadi sudah saya kembalikan langsung kepada ibu kepala sekolah dan saya juga bersyukur punya ibu kepala sekolah yang pengertian," kata Salman.
Uang gaji sisa membayar pinjaman tersebut, kata dia, sebagain akan disimpan untuk jaga-jaga kejadian yang sama kembali terulang, sedangkan sebagian akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Alhamdulillah (pinjam) baru bulan kemarin saja, sisanya paling di keep buat jaga-jaga takutnya kejadian lagi ya, karena kita gak tahu ya ke depannya seperti apa yang pasti mah ada yang disimpan dan kebutuhan," ucapnya.
Menurutnya, uang gaji tersebut sangat berharga karena selama ini dia berprofesi sebagai guru honorer dan aktif kelompok kerja guru (KKG). Kendati demikian, Salman mengaku kerap mendapatkan rezeki.
"Alhamdulillah rezeki mah suka ada walaupun tidak dalam bentuk uang, karena memang tidak mencari uang disitu, tapi kalau masalah rejeki mah bukan sekedar uang doang kan," kata Salman.
Salman memastikan, gaji yang masuk ke rekeningnya sudah sesuai dengan apa yang telah dijanjikan oleh Pemkot Bandung yakni Rp 2 juta dan ditambah tunjangan profesi guru (TPG) sebesar Rp 2 juta per bulan.
Baca juga: Farhan Pasang Badan! Cegah PHK Massal 3.144 Guru Honorer Bandung Akibat Aturan Baru Mendikdasmen
Atas hal tersebut, dia berharap gaji guru honorer atau disebut honor penguatan mutu (HPM) itu ke depannya bisa tetap lancar dan cair setiap bulan karena jika dirapel akan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan.
"Harapannya satu lebih teratur saja, tidak ada rapel. Terus kalau yang kedua karena kita gak tahu tahun depan bakal seperti apa, mudah-mudahan untuk tahun depan regulasinya lebih jelas," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/guru-honorer-paruh-waktu.jpg)