Anggota DPRD Sebut Disdik Jabar Belum Siap Terapkan Digitalisasi dalam SPMB 2025
Disdik Jabar belum siap menerapkan digitalisasi dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025.
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Siti Fatimah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat belum siap menerapkan digitalisasi dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025.
Hal itu diungkapkan anggota Komisi V sekaligus Ketua Fraksi PPP DPRD Provinsi Jabar, Zaini Shofari menyusul munculnya masalah server down atau kesulitan mengakses website SPMB 2025.
"Ini kan siklus tahunan (Penerimaan Murid Baru) maka persiapan yang optimal sejatinya harus dilakukan, kalau ceritanya berulang, kejadiannya sama dengan tahun 2024 artinya (pemerintah) tidak siap," ujar Zaini Shofari, saat dihubungi, Rabu (11/6/2025).
"Jadi jangan (dulu) bicara terkait percepatan arus informasi dengan digadang-gadang media sosial, tapi nyatanya ketika sekarang masuk dunia nyata tidak bisa juga," tambahnya.
Menurutnya, Disdik Jabar harusnya dapat mengantisipasi permasalahan ini, karena kendala serupa pernah dialami pada proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di tahun lalu.
"Kalau merujuk tahun lalu, Sekdanya tahun lalu siapa? Sama tidak? Kalau sama artinya Sekda tidak melakukan konsolidasi pada Dinas. Jangan kemudian selalu menganggap ini wajar karena ribuan orang (yang mengakses aplikasi) bahkan jutaan. Apakah antisipasi itu tidak dilakukan di 2024 kemudian hari ini menjadi berulang?," katanya.
Zaini mendorong kepada pemerintah untuk dapat menyelesaikan permasalahan SPMB terlebih dahulu sebelum melangkah pada rencana yang besar seperti penerapan e-voting dan e-budgeting pada Satuan Desa atau Kepala Desa.
"Jadi jangan menggadang kegagahan pakai e-voting, e-budgeting dulu, karena urusan SPMB masih belum selesai," katanya.
Sulit membayangkan, kata dia, bila nantinya pemerintah menerapkan sistem e-voting dalam pemilihan Kepala Desa, sebab pelaksanaan SPMB saja masih diwarnai dengan kendala down server.
"Mau bagaimana coba Provinsi Jawa Barat dengan servernya? Kan itu lebih banyak (kebutuhan server) Jadi sudah, tidak usah ke mana-mana dulu," ucapnya.
Apa bila kendala down server terus berulang dalam pelaksanaan penerimaan murid baru . Zaini berpendapat kualitas pendidikan di Jabar masih berjalan ditempat atau tidak mengalami peningkatan yang signifikan.
"Iya jelas belum ada (peningkatan)," ucapnya.
| Zaini Shofari: Koordinasi Pemda & Aparat Kunci Laga Persib vs Persija Aman, Tak Perlu Pindah Venue |
|
|---|
| Ketua Fraksi PPP DPRD Jabar Soroti Pemindahan Venue Persija vs Persib, Terlalu Mendadak |
|
|---|
| Perkuat Ketahanan Keluarga di Era Digital, Elly Farida Dorong Raperda Perlindungan Keluarga di Jabar |
|
|---|
| Pastikan Pemerataan Mutu Pendidikan, Elly Farida: Sosialisasi PPDB 2026 Lebih Dini dan Komprehensif |
|
|---|
| Anggota DPRD Jabar Diah Fitri Salurkan Bantuan Pompa Air untuk Petani Tersana |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/2ZAINI-SHOFARI-Anggota-Komisi-V-sekaligus-Ketua-Fraksi-PPP-DPRD-Provinsi-Jabar-Zaini-Shofari.jpg)