Kamis, 7 Mei 2026

Bupati Sumedang Soroti Pentingnya Akar Budaya dalam Ngalaksa 2026

Dony Ahmad Munir menegaskan pentingnya penguatan akar budaya sebagai fondasi pembangunan daerah

Tayang:
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Siti Fatimah
Tribun Jabar/Dok Humas Pemkab Sumedang
DONY AHMAD MUNIR - Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir membuka Pekan Adat Ngalaksa 2026 di Geoteater Rancakalong, Selasa (5/5/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menegaskan pentingnya penguatan akar budaya sebagai fondasi pembangunan daerah saat membuka Upacara Pekan Adat Ngalaksa 2026 
  • Tradisi Ngalaksa menjadi bukti bahwa budaya tidak sekadar ditampilkan, tetapi juga dijalankan sebagai bagian dari kehidupan.

Laporan Kontributor Tribunjabar.id,  Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menegaskan pentingnya penguatan akar budaya sebagai fondasi pembangunan daerah saat membuka Upacara Pekan Adat Ngalaksa 2026 di Geoteater Rancakalong, Selasa (5/5/2026).

Dalam arahannya, Dony menyampaikan bahwa kemajuan suatu bangsa tidak cukup hanya ditopang pembangunan fisik, tetapi juga harus diiringi dengan kokohnya nilai budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang memiliki akar budaya yang kuat. Di Sumedang, ruh budaya itu ada di Rancakalong,” ujarnya.

Ia menilai, masyarakat Rancakalong telah mampu menjaga dan menghidupkan nilai-nilai karuhun dalam kehidupan sehari-hari. 

Tradisi Ngalaksa, kata dia, menjadi bukti bahwa budaya tidak sekadar ditampilkan, tetapi juga dijalankan sebagai bagian dari kehidupan.

Menurutnya, budaya mencakup cara pandang, cara hidup, hingga cara kerja masyarakat. Karena itu, pelestarian budaya harus menjadi tanggung jawab bersama, termasuk melibatkan generasi muda

Dony menjelaskan bahwa Ngalaksa memiliki makna filosofis yang mendalam. Selain sebagai ungkapan syukur atas hasil panen, tradisi ini juga mencerminkan penghormatan terhadap padi sebagai sumber kehidupan, yang dalam budaya Sunda kerap dikaitkan dengan Dewi Sri.

Ia juga menyoroti kuatnya nilai gotong royong dalam setiap tahapan pelaksanaan kegiatan, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat.

“Ini bukan hanya acara adat, tapi juga pendidikan budaya. Anak-anak kita harus mengenal dan bangga terhadap tradisinya,” katanya.

Dony mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan budaya sebagai identitas daerah sekaligus kekuatan dalam menghadapi tantangan zaman.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved