Sabtu, 16 Mei 2026

12 Gebrakan Dedi Mulyadi hingga 100 Hari Kerja, Larangan Study Tour hingga Penutupan Tambang

Inilah daftar gebrakan Dedi Mulyadi sebagai Gubernur Jawa Barat sepanjang 100 hari kepemimpinannya.

Tayang:
Penulis: Rheina Sukmawati | Editor: Rheina Sukmawati
tribunjabar.id / Hilman Kamaludin
GUBERNUR JABAR - Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi saat memberikan keterangan di Rindam III Siliwangi, Jumat (2/5/2025). 

Pada masa awal kepemimpinannya, Dedi Mulyadi juga mengeluarkan larangan untuk study tour bagi sekolah di Jawa Barat.

Dedi Mulyadi menilai bahwa study tour ini membebani orang tua dan memiliki risiko tinggi dalam hal keselamatan.

LARANGAN STUDY TOUR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat dijumpai di Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi pada Senin (17/4/2025). Pihak sekolah Taman Kanak-kanak (TK) di Kota Bekasi berani menabrak aturan yang dibuat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi soal study tour dan wisuda. 
LARANGAN STUDY TOUR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat dijumpai di Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi pada Senin (17/4/2025). Pihak sekolah Taman Kanak-kanak (TK) di Kota Bekasi berani menabrak aturan yang dibuat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi soal study tour dan wisuda.  (TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar)

Kendati demikian, Dedi Mulyadi tidak melarang adanya kegiatan perpisahan di sekolah dengan syarat tidak membebani biaya kepada orang tua.

Dedi Mulyadi juga mengadakan sayembara perpisahan terbaik kepada para siswa semester akhir di SMA se-Jawa Barat.

4. Kompensasi sopir jalur mudik

Pada periode mudik Lebaran Idulfitri 2025, Dedi Mulyadi meminta para sopir angkot, andong, dan becak untuk libur dan memberikan kompensasi sebesar Rp3 juta per angkutan.

Kebijakan ini sempat membuat heboh para sopir angkot khususnya di Jalur Puncak, Kabupaten Bogor karena adanya pungutan liar (pungli) dari oknum paguyuban setempat.

Baca juga: Dedi Mulyadi Mendadak Minta Maaf Usai Dicap Sombong Saat Tak Ada Kamera Konten oleh Netizen

5. Program Nyaah ka Indung

Dedi Mulyadi meluncurkan program Jabar Nyaah ka Indung sebagai upaya mendorong kepedulian terhadap ibu lansia yang hidup dalam keterbatasan ekonomi.

Pada program tersebut, aparatur sipil negara (ASN), TNI, Polri, pengusaha, swssta dan masyarakat umum terlibat secara berkala menyantuni 50.000 lansia yang tersebar di Jabar.

6. Satgas anti-premanisme

Dedi Mulyadi membentuk satgas anti-premanisme untuk menangkap preman yang meresahkan masyarakat dan dunia usaha.

Terkait kebijakan ini, Dedi Mulyadi sempat bersitegang dengan Ketua Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Jabar Gabryel Alexander Etwiorry.

Kala itu, Gabryel mengajak Dedi Mulyadi untuk berdiskusi secara terbuka karena tidak terima ormas dikaitkan dengan aksi premanisme.

7. Efisiensi anggaran

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved