Kamis, 14 Mei 2026

Jadwal dan Rute Kirab Mahkota Binokasih 2026 di Kota Bandung, Sabtu Ini

Kirab Mahkota Binokasih atau Kirab Milangkala Tatar Sunda sampai di Kota Bandung pada akhir pekan ini, Sabtu (17/5/2026).

Tayang:
Penulis: Rheina Sukmawati | Editor: Rheina Sukmawati
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
KIRAB BUDAYA - Warga menyaksikan Kirab Budaya dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Barat, di Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (19/8/2025). 

TRIBUNJABAR.ID - Kirab Mahkota Binokasih atau Kirab Milangkala Tatar Sunda sampai di Kota Bandung pada akhir pekan ini, Sabtu (17/5/2026).

Acara ini adalah inisiasi dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam upaya memperkuat identitas budaya sekaligus edukasi sejarah.

Di acara ini, masyarakat bisa melihat Mahkota Binokasih, yakni mahkota pusaka peninggalan Kerajaan Sunda abad ke-14.

Sebelum sampai di Kota Bandung, Kirab Mahkota Binokasih sudah menyambangi Sumedang, Ciamis, Tasikmalaya, Garut, Cianjur, Bogor, Karawang, dan Cirebon.

Kota Bandung akan menjadi wilayah terakhir perayaan kirab dengan mengusung tema "Mahkota Ajeng Ki Sunda".

Dilansir dari Instagram @humas_bandung, kirab akan dimulai pada pukul 19.30 WIB dengan estimasi jarak 3 kilometer dan waktu tempuh 3 jam.

Adapun, rutenya yaitu: Kiara Artha Park - Jalan Jakarta - Jalan Supratman - Jalan Diponegoro - Gedung Sate.

Kejayaan Tatar Sunda

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjelaskan, Kirab Mahkota Binokasih adalah upaya pihaknya mengembalikan kejayaan Tatar Sunda.

Baca juga: Tindak Lanjut Usai Kirab Budaya, KDM Bakal Tata Fasilitas Seni dan Budaya di Jabar

"Spirit Mahkota Binokasih Napak Tilas Padjadjaran adalah spirit mengembalikan kejayaan Tatar Sunda," ucap Dedi Mulyadi dalam videonya di TikTok, Kamis (14/5/2026).

Menurut Dedi Mulyadi, kejayaan Tatar Sunda akan bisa kembali dalam beberapa cara seperti menjaga alam

"Kejayaan Tatar Sunda akan diraih lewat apa? Satu, mengembalikan fungsi alam. Gunung kudu kayan, lengkop kudu balongan, lebak kudu sawahan."

"Ini akan terus dilakukan dengan perubahan tata ruang kita, memberikan ruang
terbuka hijau seluas luasnya bagi kepentingan warga agar terlindungi dari bencana," jelas Dedi Mulyadi.

Hal kedua yang menurut Dedi Mulyadi penting dalam mengembalikan kejayaan tersebut adalah membangun tata kelola infrastruktur yang berkualitas.

"Sehingga di Jawa Barat jalanan mulus, imahna aralus, rakyatna kaurus," tutur Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi melanjutkan, hal ketiga yang tidak kalah penting yaitu membangun rasa adil di tengah masyarakat.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved