Longsor Gunung Kuda Cirebon

Keluarga Korban Longsor Gunung Kuda Cirebon Datang untuk Bertemu Dedi Mulyadi, Bawa Segudang Harapan

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memanggil seluruh keluarga korban longsor untuk berdialog langsung di Kantor Gubernur Jabar wilayah Cirebon.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Cirebon/ Eki Yulianto
INGIN BERTEMU GUBERNUR - Sejumlah keluarga korban longsor Gunung Kuda di Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, mendatangi Kantor Gubernur Jawa Barat di Bale Jaya Dewata, Kota Cirebon, Senin (2/6/2025). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON-  Sejumlah keluarga korban longsor Gunung Kuda di Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, mendatangi Kantor Gubernur Jawa Barat di Bale Jaya Dewata, Kota Cirebon, Senin (2/6/2025).

Mereka datang untuk bertemu langsung dengan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, sambil membawa banyak harapan.

Salah satunya adalah Sri Mulyani, istri dari Rusjaya, korban meninggal dunia akibat bencana tersebut.

Baca juga: Gunung Kuda Cirebon 5 Kali Longsor sejak 2015, Kenapa Izin Tambang 2020 Masih Turun? Ini Kata ESDM

Ia datang bersama rombongan dari desa didampingi kepala desa (kuwu) dan aparat kepolisian.

"Ya ke sini sudah siap mau ketemu Pak Gubernur. Datang ke sini atas nama korban Rusjaya."

"Hari ini datang bersama orang desa, sama Pak Kuwu dan polisi," ujar Sri Mulyani kepada wartawan, Senin (2/6/2025). 

Sri mengungkapkan, harapannya agar anaknya yang masih berusia taman kanak-kanak dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang sekolah dasar tanpa kendala.

"Ya nanti kalau memang ketemu Pak KDM, mau minta pendidikan anak gitu."

"Anak usia TK masuk SD," ucapnya, dengan suara lirih.

Senada, Eni, kakak ipar dari korban lainnya bernama Ikad, juga hadir bersama keluarga dan perangkat desa. 

Ia mengatakan kedatangannya sebagai bentuk permohonan bantuan dan kebijakan dari pemerintah.

"Ya minta kebijakan aja buat keluarga. Saya ke sini sama keluarga, Pak Kuwu, 4 orang."

"Datang ke sini atas nama korban bapak Ika, Ciwaringin. Saya kakak iparnya korban atas nama Ika," jelas Eni.

Menurutnya, korban meninggalkan empat orang anak, bahkan satu di antaranya masih dalam kandungan. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved