Selasa, 19 Mei 2026

Pendidikan Militer Siswa di Jabar

Disdik Jabar Libatkan Prajurit TNI Jadi Guru dalam Program Pendidikan Militer bagi Siswa Bermasalah

Disdik Jabar melibatkan prajurit TNI untuk menjadi guru dalam program pendidikan militer bagi siswa bermasalah.

Tayang:
tribunjabar.id / Deanza Falevi
BERANGKAT KE BANDUNG - Puluhan siswa asal Purwakarta hendak pergi Rindam III/Siliwangi di Kota Bandung untuk jalani pendidikan berkarakter, Senin (5/5/2025). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat melibatkan prajurit TNI untuk menjadi guru dalam program pendidikan militer bagi siswa bermasalah.

Plt Kepala Disdik Provinsi Jawa Barat, Deden Saepul Hidayat, mengatakan, keterlibatan para prajurit TNI hanya dalam materi tertentu, khususnya yang berkaitan kedisiplinan, pembentukan karakter siswa.

Sebab, menurut dia, program tersebut merupakan bagian dari pendidikan karakter bagi siswa SMA, SMK, dan sederajat yang dianggap bermasalah atau nakal.

"Kami melibatkan prajurit TNI menjadi guru atau instruktur dalam materi kedisiplinan dan pembentukan karakter," kata Deden Saepul Hidayat kepada Tribunjabar.id, Senin (5/5/2025).

Ia mengatakan, TNI telah memiliki pengalaman dalam pembinaan kedisiplinan bagi para pelajar seperti halnya di SMA Taruna Nusantara.

Baca juga: Dididik Ala Militer, 29 Pelajar Tingkat SMA/SMK Purwakarta Dikirim ke Rindam III Siliwangi Bandung

Nantinya, selama mengikuti program yang dilaksanakan di barak TNI tersebut para siswa tetap mendapatkan materi pelajaran dari guru sekolahnya masing-masing, dan didampingi Disdik.

Namun, pihaknya mengakui, tidak menutup kemungkinan prajurit TNI yang memiliki kualifikasi maupun kompetensi dari Disdik Provinsi Jawa Barat juga turut dilibatkan sebagai guru pelajaran.

"Kami memastikan anak-anak yang mengikuti program ini tidak adan tercerabut dari sekolah, karena materi akademiknya tetap diberikan," ujar Deden Saepul Hidayat.

Deden menyampaikan, materi pelajaran tersebut diberikan secara tatap muka baik di sekolah terdekat maupun di barak TNI yang menjadi lokasi para siswa mengikuti program pendidikan militer.

Bahkan, modul pembelajaran hingga guru yang akan memandu proses kegiatan belajar mengajar (KBM) juga turut disiapkan untuk memastikan para siswa tetap mendapatkan materi pelajaran.

"Kurikulumnya dikolaborasikan antara kurikulum sekolah dan kurikulum bela negara yang disiapkan TNI, termasuk menetapkan indikator ketika siswa ini dinyatakan siap dikembalikan ke orang tuanya," kata Deden Saepul Hidayat.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved