Kasus TBC di Bogor Tertinggi se-Jawa Barat, Propolis Hepro Gelar Penyuluhan bagi Warga Desa
Peduli terhadap bahaya TBC di Indonesia, Propolis Hepro gelar penyuluhan TBC, pentingnya deteksi dini, dan kepatuhan pasien dalam Jalani pengobatan.
TRIBUNJABAR.ID – Kasus tuberkulosis (TBC) di Bogor, baik kota maupun kabupatennya, terus meningkat. Bahkan, Bogor menjadi daerah dengan kasus TBC tertinggi se-Jawa Barat.
Berdasarkan data Pemerintah Kota Bogor per 31 Januari 2025, terdapat 9.947 kasus TBC (119 persen). Angka ini belum termasuk pemeriksaan TBC pada masyarakat yang memiliki kontak serumah atau kontak erat dengan pasien TBC.
Di sisi lain, pemahaman masyarakat tentang bahaya TBC, pentingnya deteksi dini, serta kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan menjadi tantangan utama dalam upaya pengendalian penyakit ini.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, Propolis Hepro pun menggelar penyuluhan kesehatan tuberkulosis (TBC) di Desa Putat Nutug, Ciseeng, Kabupaten Bogor, pada Selasa (25/2/2025).
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai pencegahan dan pendampingan pengobatan TBC, serta mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan paru-paru.
Kepala Desa Putat Nutug Mad Darmawan menyampaikan apresiasi kepada tim Propolis Hepro atas kontribusi perusahaan dalam meningkatkan kesadaran kesehatan di desa yang ia pimpin.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran tim Propolis Hepro atas kepedulian dan perhatian yang diberikan kepada masyarakat kami. Mudah-mudahan bagi mereka yang masih berjuang melawan penyakit, Allah angkat penyakitnya. Karena sesungguhnya, tidak ada penyakit yang tidak bisa diobati, asalkan kita mau berobat dengan disiplin," tutur Mad dalam keterangan resmi yang diterima Tribun Jabar, Kamis (27/3/2025).
Dalam penyuluhan tersebut, hadir pula peneliti Propolis Indonesia, Dr Mahanmi M.Si., yang menyoroti manfaat Propolis Hepro sebagai obat herbal pendamping TBC.
“Propolis Hepro memiliki sifat imunomodulator, antibakteri, dan antiinflamasi yang dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh pasien TBC,” kata Dr Mahani.
Lebih lanjut Dr Mahani menjelaskan, karena pengobatan TBC memakan waktu lama, banyak pasien mengalami kelelahan fisik yang berdampak pada proses pemulihan. Propolis Hepro hadir sebagai pendamping pengobatan yang membantu tubuh pasien tetap fit sehingga proses penyembuhan bisa berjalan lebih optimal.
“Pengobatan TBC itu minimal 6 bulan dan itu waktu yang cukup lama. Nah, jika penderita TBC ingin cepat sembuh, salah satu cara yang aman adalah mengkombinasikan dengan Propolis,” ujar Dr Mahani.
Dengan adanya penyuluhan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih proaktif dalam menjaga kesehatan, memahami langkah-langkah pencegahan, dan mendukung upaya pengobatan yang tepat demi menekan angka penyebaran serta meningkatkan kesembuhan pasien TBC di Indonesia.
Dukungan dari berbagai pihak

Selain tenaga medis dan tenaga ahli yang memberikan wawasan ilmiah tentang pengobatan TBC, acara ini juga dihadiri oleh rekan media, serta pihak Puskesmas dan lembaga pemerintahan sebagai bentuk dukungan pelaksanaan program kesehatan masyarakat.
| Jumlah Kasus TBC di Kabupaten Bandung Terus Naik, Warga Diminta Segera Periksa jika Batuk Lama |
|
|---|
| Pelatihan Penyuluh Hukum Ahli Pertama 2026 Dibuka, BPSDM Hukum Tekankan Nilai Pancasila |
|
|---|
| Meski Kasus TBC di Kota Bandung Naik Setiap Tahun, Dinkes Targetkan Turun di 2026 |
|
|---|
| Kasus TBC di Kota Bandung Tertinggi Kedua di Jabar, Dinkes Temukan 18.846 Penderita Sepanjang 2025 |
|
|---|
| Ditjen AHU Gelar Acara Penyuluhan KUHAP 2025 Agar Tak Ada Dualisme Antara Polri dan PPNS |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Propolis-Hepro-gelar-penyuluhan-TBC.jpg)