"Bukan Mistik!" Pidato Gubernur Dedi Mulyadi Bahas Pembangunan Ajaran Leluhur Bakal Bawa Jawa Barat
Setelah dilantik Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sampaikan pidato bahas pembangunan ajaran leluhur bakal dibawa ke Jawa Barat, tegaskan bukan mistik
TRIBUNJABAR.ID - Setelah dilantik di Istana Presiden, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan pidato pertamanya setelah dilantik di Bandung, Jumat (21/1/2025).
Dalam isi pidatonya itu, Dedi Mulyadi blak-blakan membahas pembangunan ajaran leluhur di Jawa Barat.
Pidato tersebut disampaikan sebelum Dedi berangkat ke Magelang untuk menjalani retret kepala daerah.
Dengan menggebu-gebu, pidato pertama Dedi Mulyadi sebagai Gubernur Jabar ini disaksikan para pejabat Pemprov Jabar dan para tamu perwakilan dari instansi wilayah Jabar.
Baca juga: Momen Kepala Daerah Ikuti Retret, Dedi Mulyadi hingga Sherly Tjoanda Bawa Benda Unik, Intip Bekalnya
Dalam pidatonya, Dedi Mulyadi membahas rencananya yang akan membawa Provinsi Jawa Barat ke azas pembangunan ajaran leluhur.
Namun Dedi menegaskan bahwa azas leluhur yang dimaksud ini sama sekali bukan hal yang berbau mistik.
"Pembangunan di Jabar harus kembali pada pembangunan yang berdasarkan asas-azas ajaran leluhur," kata Dedi dikutip dari Kompas TV.
"Sesungguhnya bukan klenik, sesungguhnya bukan mistik," kata Dedi getarkan ruangan tempat sertijab di Bandung.
Namun sesungguhnya, kata dia, azas ajaran leluhur ini adalah terkati alam dan manusia yang dia sebut sebagai "kemanunggalan."
"Tapi sesungguhnya sebuah pengetahuan metafisika, sebuah pengetahuan tentang alam raya," katanya.
"Sebuah pengetahuan manusia membangun hubungan dengan alam dengan seluruh semestanya yang disebut dengan kemanunggalan. Itulah konsep asasi jati diri bangsa yang sebenarnya," kata Dedi.
Hal itu, kata Dedi memiliki turunannya, dan dia menyebut dengan istilah Bahasa Sunda yang menunjukan tempat yang seharusnya sebagaimana mestinya.
"Untuk itu turunannya seperti apa?, maka turunnannya, gunung kudu awian, lengkop kudu balongan, lebak kudu sawahan," kata Dedi.
Baca juga: Profil Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, Riwayat Pendidikan dan Karier Politik
Menurutnya, merawat alam, bubarkan berbagai bentuk pengrusakan terhadap alam adalah komitmen terhadap alam dan ujungnya adalah komitmen terhadap Tuhan, komitmen kepada Allah SWT..
"Bagi saya, tidak berarti penyembahannya kepada Allah, kalau tangannya mengeruk kekayaan alam, menghancurkan ekosistem, menghancurkan ekologi, membuat kerusakan bagi orang lain, melahirkan penderitaan bagi orang lain, bagi saya Tuhannya adalah bertuhan kebohongan," ujarnya.
| Sorakan saat Dedi Mulyadi Sambutan di Milangkala Tatar Sunda, Ternyata Berbarengan dengan Gol Persib |
|
|---|
| Daftar Harga BBM Pertamina Terkini Senin 18 Mei 2026, Cek Pertamax hingga Dexlite |
|
|---|
| Bandung Macet saat Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda, Farhan Minta Maaf: Hari Ini Juga Akan Padat |
|
|---|
| Polda Jabar Panen Raya Jagung Kuartal II 2026, Lepas 60 Ton ke Bulog |
|
|---|
| Kirab Budaya Napak Tilas Pajajaran, Binokasih Mulang Salaka Berakhir di Bandung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Pidato-Dedi-Mulyadi-bahas-bakal-bawa-Jawa-Barat-ke-azas-pembangunan-ajaran-leluhur.jpg)