Minggu, 10 Mei 2026

"Bukan Mistik!" Pidato Gubernur Dedi Mulyadi Bahas Pembangunan Ajaran Leluhur Bakal Bawa Jawa Barat

Setelah dilantik Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sampaikan pidato bahas pembangunan ajaran leluhur bakal dibawa ke Jawa Barat, tegaskan bukan mistik

Tayang:
Editor: Hilda Rubiah
Kompas TV
PIDATO DEDI MULYADI - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat menyampaikan pidato pertamanya setelah dilantik di Bandung, Jumat (21/1/2025). Dalam pidatonya Dedi Mulyadi ungkap rencana bakal bawa Jawa Barat ke azas pembangunan ajaran leluhur, tegaskan bukan mistik 

TRIBUNJABAR.ID - Setelah dilantik di Istana Presiden, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan pidato pertamanya setelah dilantik di Bandung, Jumat (21/1/2025).

Dalam isi pidatonya itu, Dedi Mulyadi blak-blakan membahas pembangunan ajaran leluhur di Jawa Barat.

Pidato tersebut disampaikan sebelum Dedi berangkat ke Magelang untuk menjalani retret kepala daerah.

Dengan menggebu-gebu, pidato pertama Dedi Mulyadi sebagai Gubernur Jabar ini disaksikan para pejabat Pemprov Jabar dan para tamu perwakilan dari instansi wilayah Jabar.

Baca juga: Momen Kepala Daerah Ikuti Retret, Dedi Mulyadi hingga Sherly Tjoanda Bawa Benda Unik, Intip Bekalnya

Dalam pidatonya, Dedi Mulyadi membahas rencananya yang akan membawa Provinsi Jawa Barat ke azas pembangunan ajaran leluhur.

Namun Dedi menegaskan bahwa azas leluhur yang dimaksud ini sama sekali bukan hal yang berbau mistik.

"Pembangunan di Jabar harus kembali pada pembangunan yang berdasarkan asas-azas ajaran leluhur," kata Dedi dikutip dari Kompas TV.

"Sesungguhnya bukan klenik, sesungguhnya bukan mistik," kata Dedi getarkan ruangan tempat sertijab di Bandung.

Namun sesungguhnya, kata dia, azas ajaran leluhur ini adalah terkati alam dan manusia yang dia sebut sebagai "kemanunggalan."

"Tapi sesungguhnya sebuah pengetahuan metafisika, sebuah pengetahuan tentang alam raya," katanya.

"Sebuah pengetahuan manusia membangun hubungan dengan alam dengan seluruh semestanya yang disebut dengan kemanunggalan. Itulah konsep asasi jati diri bangsa yang sebenarnya," kata Dedi.

Hal itu, kata Dedi memiliki turunannya, dan dia menyebut dengan istilah Bahasa Sunda yang menunjukan tempat yang seharusnya sebagaimana mestinya.

"Untuk itu turunannya seperti apa?,  maka turunnannya, gunung kudu awian, lengkop kudu balongan, lebak kudu sawahan," kata Dedi.

Baca juga: Profil Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, Riwayat Pendidikan dan Karier Politik

Menurutnya, merawat alam, bubarkan berbagai bentuk pengrusakan terhadap alam adalah komitmen terhadap alam dan ujungnya adalah komitmen terhadap Tuhan, komitmen kepada Allah SWT..

"Bagi saya, tidak berarti penyembahannya kepada Allah, kalau tangannya mengeruk kekayaan alam, menghancurkan ekosistem, menghancurkan ekologi, membuat kerusakan bagi orang lain, melahirkan penderitaan bagi orang lain, bagi saya Tuhannya adalah bertuhan kebohongan," ujarnya.

Sumber: Tribun Bogor
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved