Kasus DBD di Kota Bandung Melonjak, Angka Kematian Naik Lebih dari 3 Kali Lipat

Angka kematian akibat DBD di Kota Bandung meningkat drastis tahun ini, seiring dengan jumlah kasus yang melonjak tinggi dibanding 2023 lalu.

Istimewa
Nyamuk aedes aegepty, penyebab DBD 

TRIBUNJABAR.ID - Dinas Kesehatan Kota Bandung mewaspadai peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD) selama musim hujan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bandung, Ira Dewi Jani, menyebut banyak genangan air saat musim hujan dapat menjadi tempat berkembang biar nyamuk Aedes aegepty atau nyamuk penyebab dbd.

Ira dewi Jani menyebut, memasuki musim hujan biasa dibarengi dengan peningkatan kasus DBD.

"Meski sejak minggu ketiga September tren kasus menurun, kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan untuk mencegah lonjakan baru," katanya, Minggu (1/12/2024).

Baca juga: DBD Melonjak di Cirebon, Ada 1.687 Kasus, Dinkes: Jangan Tunggu Nyamuk Berkembang Biak!

Sementara itu, angka kematian akibat DBD di Kota Bandung meningkat drastis tahun ini, seiring dengan jumlah kasus yang melonjak tinggi dibanding 2023 lalu.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bandung, pada 2023 terdapat 1.865 kasus DBD dengan delapan orang meninggal dunia. Tahun ini, kasus DBD mencapai 7.310, dengan rincian 7.280 pasien sembuh dan 29 orang meninggal dunia.

Ira Dewi jani membenarkan adanya peningkatan kasus tersebu.

"Namun, case fatality rate (CFR) saat ini berada di 0,4 persen, masih di bawah ambang batas satu persen," ujarnya.

Untuk menekan angka kasus DBD, masyarakat diminta menjalankan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan metode 3M: menguras tempat penampungan air, menutup tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, dan mengubur barang bekas yang dapat menampung air.

Ira juga mengajak warga menjalankan gerakan "Satu Rumah, Satu Jumantik." 

Keluarga diminta memeriksa jentik nyamuk di rumah dan lingkungan sekitar.

Baca juga: Dalam 2 Hari Ada 7 Laporan DBD, Dinkes Bandung Barat Minta Masyarakat Waspada Demam Berdarah

Bubuk abate tersedia gratis di puskesmas untuk mengendalikan jentik. Dinas Kesehatan juga memperkuat layanan kesehatan selama musim hujan. 

Puskesmas dan rumah sakit meningkatkan deteksi dini, tatalaksana pasien, dan menyediakan tempat tidur bagi pasien dengan gejala berat.

Langkah lain meliputi sosialisasi dan edukasi melalui media sosial dan kegiatan langsung, terutama di sekolah tingkat SMP. 

"Kewaspadaan dan kolaborasi dari seluruh pihak sangat penting untuk melindungi masyarakat dari ancaman DBD," ucapnya. 

Dinas Kesehatan berharap langkah-langkah ini dapat mencegah lonjakan kasus DBD selama musim hujan.

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kematian akibat DBD di Bandung Naik 3 Kali Lipat"

Sumber: Kompas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved