Pilkada Majalengka 2024
Dituding Tidak Netral saat Debat Perdana Pilkada Majalengka 2024, KPU: Kesalahan Teknis
Pemutaran video klip Indonesia Raya, disebut KPU, juga murni dikarenakan kesalahan teknis
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - KPU Kabupaten Majalengka dituding tidak netral saat debat perdana Pasangan Calon (Paslon) Pilkada Majalengka pada Kamis (31/10/2024) lalu.
Pasalnya, video klip lagu kebangsaan Indonesia Raya dalam pembukaan debat itu menayangkan Karna Sobahi yang berkompetisi di Pilkada Majalengka 2024, dan berpasangan dengan Koko Suyoko.
Koordinator Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kabupaten Majalengka, Deden Syaripudin, menyampaikan, permohonan maaf atas kegaduhan tersebut.
Pihaknya memastikan, KPU Kabupaten Majalengka selaku penyelenggara pilkada selalu menjunjung tinggi sikap netralitas, dan dipastikan tidak memihak ke paslon mana pun.
Baca juga: Gara-gara Video Klip, PU Dituding Tidak Netral Saat Debat Perdana Paslon Pilkada Majalengka 2024
Menurut dia, terkait pemutaran video klip Indonesia Raya juga murni dikarenakan kesalahan teknis jajaran KPU Kabupaten Majalengka maupun even organizer (EO) debat perdana tersebut.
"Ini dipastikan kesalahan teknis terkait file video klip yang diberikan teman-teman sekretariat KPU kepada pihak EO," ujar Deden Syaripudin saat ditemui di Hotel Fieris, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, Kamis (7/11/2024).
Ia mengatakan, KPU Kabupaten Majalengka sejatinya memiliki video klip lagu kebangsaan Indonesia Raya yang menayangkan para komisioner maupun pegawai sekretariat yang baru.
Bahkan, video klip itu pun sebenarnya diputar berulang kali dalam setiap kegiatan KPU Kabupaten Majalengka sejak masa komisioner yang baru dari mulai September 2023 hingga sekarang.
"video klip yang diputar saat debat perdana kemarin itu file lama, sehingga menampilkan komisioner hingga pegawai yang dulu, dan termasuk Pak Karna (Sobahi) yang kala itu menjabat Bupati Majalengka," kata Deden Syaripudin.
Deden menyampaikan, EO yang mengurus debat perdana itu pun sama sekali tidak mengetahui sosok-sosok yang tayang dalam video klip tersebut, sehingga diputar dalam pembukaan.
Karenanya, pihaknya meminta, kekeliruan dalam debat perdana tersebut jangan diartikan sebagai keberpihakan KPU Kabupaten Majalengka kepada salah satu paslon Pilkada Majalengka 2024.
Bahkan, KPU Kabupaten Majalengka juga telah menghapus video debat perdana, dan meminta TVRI Jawa Barat yang menyiarkannya secara langsung untuk turut dihapus dari kanal Youtube-nya serta tidak menayangkan ulang.
Selain itu, ia mengakui, KPU bakal mengirimkan surat klarifikasi kepada paslon yang merasa keberatan terkait penayangan video klip tersebut maupun Bawaslu Kabupaten Majalengka.
"Kami selaku penyelenggara pilkada selalu menjunjung tinggi prinsip netral, dan dipastikan tidak memihak paslon mana pun yang berkompetisi dalam Pilkada Serentak 2024," ujar Deden Syaripudin.
| Nunggu Dilantik sebagai Bupati Majalengka, Eman Suherman Susun Program Unggulan 100 Hari Kerja |
|
|---|
| Pelantikan Bupati dan Wabup Majalengka Terpilih Diundur Maret 2025, Eman Suherman: Enggak Masalah |
|
|---|
| Besok, KPU Tetapkan Eman Suherman - Dena M Ramdhan Jadi Bupati-Wakil Bupati Majalengka |
|
|---|
| Suara Tidak Sah Pilkada Serentak 2024 di Majalengka Capai Puluhan Ribu, KPU: Mencoblos 2 - 3 Paslon |
|
|---|
| Partisipasi Masyarakat di Pilkada Majalengka 2024 Tertinggi Ketiga Se-Jawa Barat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Andhi-Insan-Sidieq-kananab-a.jpg)