Kamis, 23 April 2026

Pilkada Majalengka 2024

Dituding Tidak Netral saat Debat Perdana Pilkada Majalengka 2024, KPU: Kesalahan Teknis

Pemutaran video klip Indonesia Raya, disebut KPU, juga murni dikarenakan kesalahan teknis

Tribun Cirebon/ Ahmad Imam Baehaqi
Koordiv Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kabupaten Majalengka, Deden Syaripudin (kiri), dan Koordiv Teknis Penyelenggaraan KPU Kabupaten Majalengka, Andhi Insan Sidieq (kanan), saat ditemui di Hotel Fieris, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, Kamis (7/11/2024). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - KPU Kabupaten Majalengka dituding tidak netral saat debat perdana Pasangan Calon (Paslon) Pilkada Majalengka pada Kamis (31/10/2024) lalu.

Pasalnya, video klip lagu kebangsaan Indonesia Raya dalam pembukaan debat itu menayangkan Karna Sobahi yang berkompetisi di Pilkada Majalengka 2024, dan berpasangan dengan Koko Suyoko.

Koordinator Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kabupaten Majalengka, Deden Syaripudin, menyampaikan, permohonan maaf atas kegaduhan tersebut.

Pihaknya memastikan, KPU Kabupaten Majalengka selaku penyelenggara pilkada selalu menjunjung tinggi sikap netralitas, dan dipastikan tidak memihak ke paslon mana pun.

Baca juga: Gara-gara Video Klip, PU Dituding Tidak Netral Saat Debat Perdana Paslon Pilkada Majalengka 2024

Menurut dia, terkait pemutaran video klip Indonesia Raya juga murni dikarenakan kesalahan teknis jajaran KPU Kabupaten Majalengka maupun even organizer (EO) debat perdana tersebut.

"Ini dipastikan kesalahan teknis terkait file video klip yang diberikan teman-teman sekretariat KPU kepada pihak EO," ujar Deden Syaripudin saat ditemui di Hotel Fieris, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, Kamis (7/11/2024).

Ia mengatakan, KPU Kabupaten Majalengka sejatinya memiliki video klip lagu kebangsaan Indonesia Raya yang menayangkan para komisioner maupun pegawai sekretariat yang baru.

Bahkan, video klip itu pun sebenarnya diputar berulang kali dalam setiap kegiatan KPU Kabupaten Majalengka sejak masa komisioner yang baru dari mulai September 2023 hingga sekarang.

"video klip yang diputar saat debat perdana kemarin itu file lama, sehingga menampilkan komisioner hingga pegawai yang dulu, dan termasuk Pak Karna (Sobahi) yang kala itu menjabat Bupati Majalengka," kata Deden Syaripudin.

Deden menyampaikan, EO yang mengurus debat perdana itu pun sama sekali tidak mengetahui sosok-sosok yang tayang dalam video klip tersebut, sehingga diputar dalam pembukaan.

Karenanya, pihaknya meminta, kekeliruan dalam debat perdana tersebut jangan diartikan sebagai keberpihakan KPU Kabupaten Majalengka kepada salah satu paslon Pilkada Majalengka 2024.

Bahkan, KPU Kabupaten Majalengka juga telah menghapus video debat perdana, dan meminta TVRI Jawa Barat yang menyiarkannya secara langsung untuk turut dihapus dari kanal Youtube-nya serta tidak menayangkan ulang.

Selain itu, ia mengakui, KPU bakal mengirimkan surat klarifikasi kepada paslon yang merasa keberatan terkait penayangan video klip tersebut maupun Bawaslu Kabupaten Majalengka.

"Kami selaku penyelenggara pilkada selalu menjunjung tinggi prinsip netral, dan dipastikan tidak memihak paslon mana pun yang berkompetisi dalam Pilkada Serentak 2024," ujar Deden Syaripudin.

Sumber: Tribun Cirebon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved