Keracunan Massal di 2 Desa di Cianjur Capai 77 Orang, Rata-rata Alami Pusing, Mual dan Muntaber
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur mencatat total korban diduga keracunan didua desa Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur mencapai 77 orang.
Penulis: Fauzi Noviandi | Editor: Ravianto
TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur mencatat total korban diduga keracunan di 2 desa Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur mencapai 77 orang.
Kepala Dinkes Kabupaten Cianjur Yusman Faizal mengungkapkan, berdasarkan data dari lapangan yang diterima Dinkes Cianjur korban diduga mengalami gejala keracunan mencapai 77 orang.
"Dari 77 orang mengalami gejala keracunan tersebut merupakan warga dari dua desa, yaitu Desa Gunungsari, dan Kertajaya," katanya pada saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (7/10/2024).
Dari puluhan warga tersebut lanjut dia, rata - rata mengalami keluhan pusing, mual, demam dan Muntah Berak (Muntaber).
"Dugaan keracunan tersebut diduga berawal ketika warga menyantap nasi bok pada acara Maulid Nabi di Kampung Pasir Cau RT01/08, Desa Gunungsari Kecamatan Ciranjang pada Minggu (6/10/2024)," katanya.
Ia mengatakan, dari sebanyak 77 orang yang mengalami gejala keracunan tersebut kini 17 di antaranya masih menjalani perawatan di Puskesmas Ciranjang.
"Lalu ada satu orang yang di rujuk ke RSUD Cianjur, sedangkan sisanya yaitu sebanyak 59 sudah mulai pulih dan diizinkan pulang untuk beristirahat di rumah masing - masing," katanya.
Selain itu ia Yusman mengatakan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan lintas program Bidan desa, Kesling, dan Promkes untuk memantau warga yang telah dizinkan pulang.
"Kami juga sudah menurunkan petugas untuk mengambil sample makanan dan muntahan korban untuk dibawa ke Labkesda Jabar di Bandung," katanya.
Sebelumnya, puluhan orang dari dua desa di Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur mengalami gejala keracunan diduga usai menyantap nasi kotak dalam kegiatan Peringan Hari Besar Islam (PHBI).
Berdasarkan informasi yang didapat kegiatan PHBI tersebut digelar di madrasah diniyah, lokasinya di Desa Gunungsari, Kecamatan Ciranjang pada Minggu (6/10/2024).
Dokter Piket Puskesmas Ciranjang dr Bryan Rizaldi, mengatakan hingga saat ini jumlah warga yang mengalami gejala mual, muntaber dan pusing serta menjalani perawatan di Puskesmas Ciranjang tercatat 38 orang pada Minggu (6/10/2024) malam.
"Dari 38 korban diduga keracunan tersebut terdiri dari, 28 anak - anak, dan 10 lainya merupakan orang dewasa," katanya.
Selain itu lanjut dia, berdasarkan informasi dari warga terdapat korban lainya yang masih di rawat di aula desa, dan beberapa diantaranya di rukuk ke rumah sakit.
"Rata - rata pasien yang menjalani perawatan di Puskesmas menyebutkan mereka mengalami gejala mual, pusing dan muntaber usai menyantap nasi bok dan acara kegiatan maulid nabi," katanya. (*)
Laporan Kontributor Tribunjabar Kabupaten Cianjur, Fauzi Noviandi
| Ratusan Ketua DPRD Ikuti Retret, Dapat Kursus untuk Perkuat Kepemimpinan Daerah |
|
|---|
| PLN Jalin Silaturahim Idul Fitri dengan MUI Cianjur, Perkuat Sinergi Program Kerja |
|
|---|
| Wisatawan Dirampok dan Dibacok OTK di Pantai Cibuaya Sukabumi, HP dan Uang Raib |
|
|---|
| Tragis, Kakek di Cianjur Tewas Dianiaya gara-gara Ambil 2 Labu Siam untuk Buka Puasa |
|
|---|
| Sajian Onigiri Berujung Petaka, Puluhan Siswa & Guru di Cimahi Diduga Keracunan Makan Bergizi Gratis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/muntaber-keracunan.jpg)