Kamis, 30 April 2026

Keracunan MBG di Cianjur

Dinkes Cianjur Ambil Sampel Makanan dan Mutahan Murid SDN Taruna Bakti yang Alami Keracunan MBG

Dinkes Kabupaten Cianjur mengambil sejumlah sampel makanan dan muntahan dari korban keracunan SDN Taruna Bakti.

Tayang:
Penulis: Fauzi Noviandi | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/ Fauzi Noviandi
KERACUNAN - Seorang Murid SDN Taruna Bakti saat menjalani perawatan di Puskesmas Cugenang, Kabupaten Cianjur, Kamis (25/9/2025). 

Laporan Kontributor Tribunjabar Kabupaten Cianjur, Fauzi Noviandi.

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur mengambil sejumlah sampel makanan dan muntahan dari korban keracunan SDN Taruna Bakti.

Plt Kepala Dinkes Kabupaten Cianjur Made Setiawan mengatakan, pihaknya mencatat ada sebanyak 35 murid dan satu orang guru SDN Taruna Bakti yang mengalami gejala mual, muntah dan pusing.

"Laporan yang kami terima, saat ini sebagain banyak para murid sudah membaik. Namun mereka terus kita lakukan pemantauan oleh tim dari Puskesmas juga Dinkes," katanya saat dihubungi, Kamis (25/9/2025).

Baca juga: UPDATE Keracunan MBG di Cianjur, Guru Muntah-muntah usai Ikut Cicipi Tempe di Wadah MBG

Hingga saat ini, lanjut dia, masih terdapat seorang murid yang menjalani perawatan di Puskesmas Cugenang. Selain itu, tim survailen masih melakukan pemeriksaan.

"Sejauh kami sudah membawa beberapa sampel makanan berupa tempe, ayam goreng, kentang dan buncis yang ada di sekolah juga dapur SPPG serta muntahan dari korban yang mengalami keracunan untuk diperiksa di Labkesda Provinsi Jawa Barat," katanya.

Menurutnya, pemeriksaan sampel makanan tersebut membutuhkan waktu selama 10 hari maksimal 14 hari atau dua pekan.

"Biasanya paling cepat itu 10 hari, lamanya dua pekan. Mudah-mudahan saja hasilnya bisa segera cepat keluar demi mengetahui penyebab pasti puluhan murid yang mengalami gejala keracunan," katanya.

Dia menabahkan, pasca terjadinya puluhan murid SDN Taruna Bakti mengalami gejala keracunan tim dari Puskesmas dan Dinkes masih mengumpulkan data.

"Sejauh ini masih bersifat sementara ya, soalnya tim dilapangan terus bekerja, kelanjutanya nanti kami informasikan kembali," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved