Kamis, 7 Mei 2026

Pilkada Majalengka 2024

Pilkada Majalengka 2024, Survei Indikator Ungkap Pasangan Eman-Dena Unggul 54,8 Persen

Berdasarkan hasil survei, pasangan calon nomor urut 01, Eman Suherman-Dena Muhamad Ramdhan menempati posisi teratas.

Tayang:
Istimewa
Dapat nomor urut 01, Eman Suherman suarakan Pilkada Majalengka damai. 

TRIBUNJABAR.ID - Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei elektabilitas cabup dan cawabup di Pilkada Majalengka 2024.

Berdasarkan hasil survei, pasangan calon nomor urut 01, Eman Suherman-Dena Muhamad Ramdhan menempati posisi teratas.

Pasangan Eman-Dena berada di peringkat pertama dengan 54,8 persen dan posisi kedua ditempati pasangan Karna Sobahi-Koko Suyoko dengan 33,7 persen.

Sementara responden yang tidak menjawab atau belum menemukan pilihan ada sebanyak 11,5 persen.

Baca juga: KPU Sudah Tentukan Lokasi Kampanye Akbar Paslon Pilwalkot Bandung, Aturannya Segera Keluar  

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, menyebut komposisi pemasangan Eman-Dena dinilai cocok karena bisa menunjukkan tren positif dari masing-masing pasangan sementara pasangan rivalnya Karna-Koko dampaknya belum terlalu signifikan.

"Ternyata kalau dipasangkan antara Pak Eman dengan Pak Dena itu cenderung positif. Pak Eman yang punya basis dengan Pak Dena juga yang punya basis, itu cenderung bertambah jadi 54,8 persen (tingkat kepercayaan publik untuk menjadi Bupati dan Wakil Bupati Majalengka)," kata Burhanuddin, Rabu (25/9/2024).

Menurut Burhan, pasangan Karna dan Koko, belum memperlihatkan peningkatan elektabilitas setelah kedua tokoh berpasangan. 

"Mungkin perlu waktu, karena Pak Karna dari basis PDI Perjuangan dan Pak Koko dari basis PKS, ini kan nggak mudah yah menggabungkan kedua kekuatan jadi perlu waktu kedua struktur partai menggabungkan dua kekuatan yang sering kali diasumsikan oleh pengamat seperti minyak dan air," katanya. 

Baca juga: Pengakuan Emosional Ryan Kurnia Bisa Bobol Gawang Tim Rival Persib, Tak Miliki Firasat Apapun

Burhan mengatakan hasil survei ini bukanlah hasil mutlak Pilkada 27 November. Sebab masih ada waktu untuk kedua pasangan kandidat meningkatkan popularitas dan elektabilitas masing-masing.

"Pemilihan ini bisa berubah, naik turun. Pak Eman jangan terlalu santai, Pak Karna masih ada waktu jangan patah semangat apalagi dua setengah bulan bukan waktu yang pendek itu waktu yang panjang, selisih juga nggak terlalu jauh. Dua setengah bulan bisa membuat perubahan," ujarnya

Sementara itu, Survei Indikator dilakukan pada periode 8-13 September 2024 di 26 Kecamatan dengan jumlah sampel 400 responden yang sudah berusia 17 tahun atau lebih.

Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara secara langsung menggunakan metode random sampling dengan toleransi kesalahan (margin of error--MoE) sekitar ±5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Setelah proses wawancara, Indikator Politik Indonesia juga melakukan quality control atau spot check terhadap hasil survei di lapangan.

Quality control dilakukan secara random sebesar 20 persen dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih. Dalam quality control tidak ditemukan kesalahan. (*).

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved