Gempa Kabupaten Bandung

7 Sesar Aktif di Jawa Barat Berpotensi Timbulkan Gempa, Termasuk Garsela yang Guncang Bandung Raya

Inilah sejumlah sesar aktif di Jawa Barat yang berpotensi menimbulkan gempa. Termasuk, Sesar Garsela yang mengguncang wilayah Bandung Raya dan Garut.

Penulis: Rheina Sukmawati | Editor: Rheina Sukmawati
jurnal.unpad.ac.id
Gambaran patahan atau sesar di Jawa Barat, ada Sesar Garsela hingga Sesar Lembang. 

Tepatnya, Sesar Baribis membentang dari Kabupaten Purwakarta hingga perbukitan Baribis di Kabupaten Majalengka.

Sesar Baribis yang menjadi sesar utama di utara Jawa Barat teridentifikasi sebagai jenis sesar naik dengan slip rate 1 mm per tahun. 

Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh Guru Besar Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan Institut Teknologi Bandung (ITB) Sri Widiyantoro, diketahui bahwa Sesar Baribis memiliki ancaman besar, khususnya bagi wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Sementara menurut catatan sejarah, Sesar Baribis di bagian timur tercatat pernah memicu gempa yang merusak Jakarta pada 1780 dan Kabupaten Majalengka pada 1990.

5. Sesar Citarik

Sesar Citarik adalah sesar aktif yang memiliki struktur memanjang namun tersegmentasi melalui Palabuhanratu, antara Gunung Salak – Pangrango, Bogor, Jonggol, hingga ke wilayah Bekasi.

Sesar Citarik memiliki orientasi utara timur laut-selatan barat daya dan dicirikan oleh kelurusan Sungai Citarik dan memotong Pulau Jawa di bagian barat.

Aktivitas Sesar Citarik diketahui menjadi penyebab Gempa Bumi Kalapanunggal dengan kekuatan M 5,0 di sekitar Kecamatan Kalapanunggal, wilayah barat Kabupaten Sukabumi yang terjadi pada hari Selasa, 10 Maret 2020.

6. Sesar Cipamingkis

Sesar Cipamingkis berlokai di wilayah Sukabumi bagian timur.

Melansir studi yang dirilis BMKG pada April 2022, sesar Cipamingkis merupakan sesar aktif.

Pada 2018 sesar Cipamingkis memicu puluhan gempa bumi dengan kekuatan yang relatif sangat kecil.

7. Sesar Cileunyi-Tanjungsari 

Sesar Cileunyi-Tanjungsari adalah sesar mendatar mengiri, yang membentang mulai dari selatan Desa Tanjungsari, Kabupaten Sumedang menerus ke timur laut hingga lembah Sungai Cipeles.

Sesar Cileunyi-Tanjungsari diketahui memiliki nilai laju geser berkisar antara 0,19-0,48 mm/tahun.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved