Hari Pertama Kerja, Anggota DPRD Garut Ini, Tengok Anak Tanpa Anus yang Harus Segera Dioperasi

Hari pertama kerja sebagai anggota DPRD Kabupaten Garut, Jawa Barat periode 2024-2029, Yudha Puja Turnawan langsung turun tengok seorang anak.

Tribun Jabar/Sidqi Al Ghifari
Anggota DPRD Garut Yudha Puja Turnawan tengok anak yang lahir tanpa anus di Kampung Sukatinggal RT02/RW11, Desa Padaawas, Kecamatan Pasirwangi,Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (13/8/2024). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Hari pertama kerja sebagai anggota DPRD Kabupaten Garut, Jawa Barat periode 2024-2029, Yudha Puja Turnawan langsung turun tengok seorang anak yang lahir tanpa anus. 

Anak tersebut bernama Muhammad Rizki (10) warga Kampung Sukatinggal RT02/RW11, Desa Padaawas, Kecamatan Pasirwangi

Yudha mengatakan, kondisi keluarga anak tersebut memprihatinkan sehingga butuh pertolongan secepatnya. 

"Kita upayakan untuk masuk dulu data DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) setelah itu masuk BPJS bantuan. Melihat kondisi anak, ini harus segera dioperasi," ujarnya kepada Tribunjabar.id.

Baca juga: Imamudin Kamil Jadi Anggota DPRD Termuda di Garut, Ternyata Masih Mahasiswa UNIKOM Saat Mendaftar

Ia menuturkan, anak tersebut juga terganggu pendidikannya lantaran kerap di-bully di sekolahnya lantaran tak memiliki anus. 

Atas hal itu, dirinya mendorong pemerintah desa setempat untuk melakukan sosialisasi ke sekolah sang anak agar bisa kembali bersekolah. 

"Adik Rizki ini masih sekolah kelas 4 SD, sekolahnya juga tidak boleh terganggu, harus lanjut terus tidak boleh ada bullying," ungkapnya. 

Yudha menjelaskan, selain kondisi fisik yang memerlukan bantuan, kediaman orang tua Rizki juga menurutnya tidak layak huni. 

Atas kondisi tersebut, dirinya telah mendorong kementerian sosial agar mendapatkan bantuan RST (Rumah Sejahtera Terpadu) dan bantuan kewirausahaan. 

Baca juga: Warga Cigedug Garut Teken Petisi Minta 2 Terdakwa Kasus Penganiayaan Dibebaskan, Ungkap Rekaman CCTV

"Nanti siapa yang cepat aja, bantuan dari APBN atau dari APBD yang lebih dulu keluarnya, nantinya bisa digunakan untuk pengobatan dan bantuan keluarga Rizki," ungkapnya. 

Orang tua Rizki, Aceng Iip (42) mengatakan anaknya itu sejak lahir tidak memiliki anus, ia juga tidak sanggup membawa anaknya itu berobat ke rumah sakit. 

Ia juga mengatakan tidak ada yang tahu soal kondisi anaknya, lantaran Ia tidak pernah menceritakan hal itu kepada pemerintah setempat. 

"Alasannya malu, padahal setiap hari suka bertemu dengan Pak Kades, tapi alhamdulillah akhirnya ada yang bantu," ungkapnya. 

Baca juga: 10.000 Motor dan 500 Mobil Bakal Berkonvoi Garut-Pangandaran untuk Aksi Kemerdekaan Palestina

Ia menuturkan ingin segera ada tindakan terhadap anak sulungnya itu, salah satunya dilakukan operasi. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved