Kasus Pembunuhan Vina Cirebon

Keluarga Tetap Yakin Vina Cirebon Dibunuh, Kuasa Hukum Sebut ada Bukti Tambahan

Bukti tambahan yang muncul tiga hari setelah kejadian memperkuat keyakinan tersebut.

tribun jateng
Vina Dewi Arsita dan Linda (kanan). Linda disebut-sebut adalah perempuan yang kerasukan arwah Vina sehingga kasus Vina Cirebon itu terbuka. 

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON- Keluarga Vina Cirebon masih meyakini bahwa kematian Vina dan Eki di Jembatan Talun, Cirebon pada tahun 2016 adalah akibat pembunuhan, meskipun laporan awal menyebutkan kecelakaan lalu lintas.

Bukti tambahan yang muncul tiga hari setelah kejadian memperkuat keyakinan tersebut.

Salah satu kuasa hukum keluarga Vina, Raden Reza Pramadia menjelaskan, bahwa setelah tiga hari, ditemukan bukti tambahan berupa foto sebuah baut yang terdapat daging.

Selain itu, motor yang sempat rusak dikembalikan dalam keadaan utuh, begitu juga dengan telepon genggam korban.

Hasil otopsi juga menunjukkan adanya tanda-tanda penganiayaan berat.

"Ya terkait kemunculan foto sebuah baut yang terdapat daging dan menyebut kematian Vina dan Eki di tahun 2016 lalu di Jembatan Talun itu karena kecelakaan, jadi memang laporan di awal itu memang kecelakaan lalu lintas."

"Tapi setelah tiga hari ada bukti tambahan, yaitu bukti tambahan berupa motor yang dikembalikan bentuknya utuh dan juga HP dalam keadaan utuh serta juga ada otopsi memang seperti ada penganiayaan berat, kita masih berpatokan kepada hasil BAP dan persidangan di tahun 2017 lalu bahwa itu pembunuhan," ujar Reza, Jumat (19/7/2024).

Baca juga: Dedi Mulyadi Bongkar Peran Iptu Rudiana di Kasus Vina Cirebon, Soroti Proses Penyelidikan 2016 Silam

Meskipun demikian, Reza menegaskan bahwa jika memang itu kecelakaan, maka penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian diperlukan.

Namun, hingga saat ini, pihak keluarga Vina masih meyakini bahwa peristiwa tersebut adalah pembunuhan.

"Yang mendasarinya bahwa itu pembunuhan, karena memang setelah dilihat dari hasil visum dan juga pada saat itu kan pihak keluarga diwakili oleh Pak Rudiana (ayah Eki) untuk mengurus kasus ini dan mengawal kasus ini."

"Pak Rudiana pada saat itu bilang ke pihak keluarga Vina (Marliana kakaknya Vina) dan Marliana menceritakan kembali ke kita bahwa memang pada saat itu, pada sidang pertama itu Pak Rudiana dan tim bilang ke Marliana bahwa di salah satu HP terdakwa yang pada saat itu HP-nya masih blackberry ada pesan rencana pembunuhan."

"Tapi tidak ditunjukkan isi chatnya, hanya informasi atau pemberitahuan saja," ucapnya.

Menurutnya, Rudiana sempat melihat isi chat salah satu HP terdakwa pada saat itu dan menyampaikan kepada Marliana bahwa isi chat tersebut mengindikasikan adanya rencana pembunuhan. 

"Bunyi chatnya intinya ada rencana pembunuhan di situ," jelas dia.

Hingga kini, keluarga Vina berharap pihak kepolisian dapat melakukan penyelidikan lebih mendalam untuk mengungkap kebenaran di balik kematian Vina dan Eki Cirebon.

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved