Berita Viral

Viral Fortuner Parkir di SMPN 1 Cibinong Bogor, Ternyata Anggota Ormas Kecewa Anaknya Tak Lolos PPDB

Sebuah video menayangkan mobil Fortuner parkir di depan SMPN 1 Cibinong, Kabupaten Bogor, hingga diangkut paksa beredar viral di media sosial.

Penulis: Rheina Sukmawati | Editor: Rheina Sukmawati
Instagram @bogor_update
Sebuah video menayangkan mobil Fortuner parkir di depan SMPN 1 Cibinong, Kabupaten Bogor, hingga diangkut paksa beredar viral di media sosial. 

Yunli menyebut, kegiatan ini untuk memastikan kelancaran aktivitas keluar masuk di sekolah tersebut.

"Begitu kita cek ke sana dan ketemu dengan orangnya, disampaikan bahwa intinya biasalah minta tolong, bahwa mungkin bisa diterima lewat zonasi atau tidak. Apakah bisa atau gak, mungkin seperti itu ya," tuturnya.

Menurut Yuli, orang tua dan pihak sekolah sempat beradu argumen agar anaknya bisa diterima di SMPN 1 Cibinong.

Namun, sesuai dengan SOP, anak tersebut tidak bisa diterima di sekolah tersebut.

"Mereka sempat adu argumen tapi ditolak karena sesuai SOP yang ada di sekolah. Tidak bisa masuk," katanya.

"Jadi ya sudah akhirnya kecewa dan disimpan lah itu mobil di depan sekolah dari malam," tambahnya.

Akhirnya, pihak kepolisian bersama Dishub Kabupaten Bogor pun menderek mobil tersebut agar aktivitas sekolah bisa kembali lancar.

Baca juga: Sosok Eks Karyawan Bank Jago Viral Bobol Rekening yang Diblokir, Kuras Rp1,3 M untuk Jalan-jalan

"Dihalangi dari malem sampai paginya. Begitu kita dapat aduan jam 06.30 WIB, kondisi sudah ramai," ujarnya.

"Kita langsung tindak lanjuti supaya digeser pakai derek tadi, yang penting aktivitas sekolah bisa jalan lagi," imbuhnya.

Setelah itu, polisi kemudian mengecek pemilik mobil Toyota Fortuner bernomor polisi F 1292 FB.

Anggota Ormas

Berdasarkan data di STNK, pemilik mobil berinisial DS, salah satu anggota ormas di daerah Cibinong.

Kepada polisi, DS mengaku sengaja memarkirkan kendaraannya di pintu masuk gerbang sekolah karena anaknya tidak diterima PPDB.

"Katanya sih dari ormas ya. Kita tanya ke dia soal itu. Lagipula tidak ada tindak pidana karena hanya mengungkapkan kekecewaannya saja," ungkapnya.

Yunli memastikan tidak kerusakan yang ditimbulkan oleh orangtua murid tersebut.

Ia hanya menghalangi pintu masuk sebagai bentuk protes karena kecewa.

"Dia menghalangi dari semalem dan paginya kita tindak," ungkap Yunli.

"Saya sempat nanya kenapa, alasannya karena kecewa. Dia pengen mereka tahu bahwa rumahnya ada di belakang sekolah," tandasnya.

(Tribunjabar.id/Rheina) (Kompas.com/Afdhalul Ikhsan)

Baca berita Tribunjabar.id lainnya di Google News.

#BeritaViral

Sumber: Tribun Bogor
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved