Tahu Daun Kratom? Ini Manfaat dan Efek Sampingnya Dalam Dunia Medis, Kata Peneliti BRIN
Siapa sangka ternyata daun kratom yang bernama ilmiah Mitragyna speciosa asal Asia Tenggara sudah lama digunakan untuk kebutuhan medis tradisional.
Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Giri
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Siapa sangka ternyata daun kratom yang bernama ilmiah Mitragyna speciosa asal Asia Tenggara sudah lama digunakan untuk kebutuhan medis tradisional, termasuk di Indonesia.
Daun kratom dipercaya punya efek analgesik, stimulan, dan mampu membantu atasi kecanduan opioid.
Peneliti dari Pusat Riset Vaksin dan Obat Badan Riset dan Indovasi Nasional (BRIN), Masteria Yunovilsa Putra, menjelaskan, opioid adalah sekelompok obat yang bekerja pada sistem saraf pusat untuk menghasilkan efek pereda nyeri dan euforia.
Sebagian besar opioid menghasilkan efek analgesik, dengan mengaktifkan reseptor mu-opioid.
Penggunaan beberapa senyawa opioid dalam jangka panjang dapat mengakibatkan efek samping yang merugikan, seperti toleransi terhadap dosis analgesik, depresi pernafasan, dan konstipasi.
Banyak pengguna daun kratom melaporkan bahwa daun ini membantu mereka mengatasi rasa sakit kronis, kecemasan, dan depresi.
Daun kratom juga disebut-sebut sebagai alternatif yang lebih aman dibandingkan obat-obatan opioid yang dapat menyebabkan ketergantungan parah.
Baca juga: Mengenal Daun Kratom, Efeknya Bisa Menenangkan Adiktif Seperti Narkoba
Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa beberapa senyawa pada kratom memiliki potensi menyebabkan efek samping, seperti mual, kejang, dan lain sebagainya.
"Studi pengikatan radioligand terbaru menunjukkan bahwa beberapa senyawa alkaloid dari kratom memiliki afinitas pengikatan yang lebih rendah pada reseptor mu-opioid dibandingkan dengan morfin," ucap Masteria, Minggu (7/7/2024).
Jadi, mitragynine kratom jauh lebih aman sebagai agen analgesik daripada morfin.
"Studi aktivitas analgesik secara in vivo yang kami lakukan dengan menggunakan hotplate menunjukkan bahwa ekstrak alkaloid kratom dengan kandungan senyawa mitragynine sekitar 46 persen menimbulkan efek analgesik terhadap rasa sakit akibat panas yang diinduksi oleh hotplate pada hewan coba.
Berdasarkan hasil penelitiannya, pemberian ekstrak alkaloid kratom secara kronis selama 10 hari pada hewan coba menunjukkan bahwa efek analgesik alkaloid kratom hampir sama dengan efek analgesik yang ditimbulkan morfin.
Baca juga: Polresta Cirebon Bekuk Tiga Anggota Geng Motor, Kedapatan Membawa Obat Keras dan Daun Kratom
Efek analgesik yang dimiliki oleh alkaloid kratom memiliki potensi untuk dimanfaatkan dalam bidang kesehatan, salah satunya adalah penggunaan ekstrak alkaloid kratom sebagai adjuvant untuk pengobatan kanker bersama penggunaan dosis rendah obat antikanker doxorubicin dalam menghambat pertumbuhan sel kanker secara in vitro.
"Berdasarkan hasil riset yang dilakukan, adanya potensi alkaloid kratom untuk dikembangkan sebagai obat antiinflamasi yang mampu menurunkan efek samping yang biasa ditemui pada obat-obatan anti inflamasi golongan non steroid (non-steroid antiinflammatary drugs) secara in vitro. Aktivitas ini ditenggarai karena adanya mekanisme dual inhibisi dari senyawa alkaloid kratom terhadap enzim yang berperan dalam proses inflamasi," ucapnya.
| Minyakita 'Hilang' dari Pasar Ciamis Bikin Pedagang Menjerit, Pasokan di Gudang Bulog Kosong |
|
|---|
| Lindungi Sumber Mata Air, PDIP Garut Usulkan Raperda Pelestarian Pengetahuan Tradisional |
|
|---|
| Uniknya Pos Terpadu Cikopo Purwakarta, Tema Budaya Sunda, Jadi Tempat Singgah Nyaman untuk Pemudik |
|
|---|
| Mencicipi Jojongkong Mak Iyoh: Takjil Legendaris Karawang yang Hanya Muncul Saat Bulan Ramadan |
|
|---|
| Pedagang Pasar Tradisional di Karawang Terpaksa Berebut Pasokan Pangan dengan Penyedia MBG |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Pohon-kratom-atau-Mitragyna-speciosa.jpg)