Muhibah Budaya Jalur Rempah 2024
Hari Ke-11: Lhokseumawe, Langsa, Pangkalanbrandan, dan Keanehan tentang Sinyal Internet
Angin memang terasa lebih kencang dan ombak lebih besar sehingga beberapa kali kuda-kuda saya agak goyah.
Penulis: Hermawan Aksan | Editor: Hermawan Aksan
Akibatnya, saya hanya menulis jauh lebih sedikit daripada yang diharapkan.
Hari ini boleh dikatakan tidak ada peristiwa yang menonjol. Ada yang bilang kapal sedang melewati perairan Pangkalanbrandan, Sumatra Utara.
“Kalau sinyal hilang, berarti sudah mendekati Medan,” kata Petrik Matanasi.
Saya tertawa, teringat saat berangkat menuju Sabang dan melewati perairan Medan, sinyal internet memang hilang meskipun daratan terlihat jelas. “Itu keanehan yang perlu dicari penyebabnya,” kata Petrik.
Semoga besok sinyal internet kuat. Aamiin. (*)
| Hari Ke-20: Hari Terakhir Muhibah Budaya Jalur Rempah, Tangis Kembali Tumpah |
|
|---|
| Hari Ke-19: Pagi Terakhir di KRI Dewaruci dan Malam Pembukaan Festival Raja Ali Haji |
|
|---|
| Hari Ke-18: Lego Jangkar di Tanjung Uban, Tangis Peserta Muhibah pada Malam Terakhir di KRI Dewaruci |
|
|---|
| Hari Ke-17: Mencium Udara Hari Terakhir di Malaka dan Melanjutkan Muhibah ke Tanjung Uban |
|
|---|
| Hari Ke-16: Jumpa Sahabat di Malaysia, Kunjungi Masjid Selat Melaka, dan Hadiri Farewell Dinner |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/MBJR-2024_Hari-ke-11.jpg)