Selasa, 19 Mei 2026

Mahasiswa Bayar Kuliah Pakai Hasil Laut dan Tani, Universitas Muhammadiyah Maumere Harus Sewa Gudang

Adapun kebijakan membayar sumbangan biaya pendidikan (SBP) menggunakan hasil bumi ini terbyata sudah dilakukan sejak 2018.

Tayang:
TRIBUNFLORES.COM/ARNOLD WELIANTO
Rektor Universitas Muhammadiyah Maumere, Erwin Prasetyo. 

TRIBUNJABAR.ID, MAUMERE - Universitas Muhammadiyah Maumere memberi keringanan biaya perkuliahan kepada mahasiswanya.

Universitas Muhammadiyah yang terletak di di Kabupaten Sikka,  Pulau Flores, memberi izin para mahasiswanya membayar biaya kuliah menggunakan komoditas pertanian dan hasil laut.

Hal ini tentu menjadi sebuah pencerahan di tengah maraknya biaya kuliah yang terus naik.

Adapun kebijakan membayar sumbangan biaya pendidikan (SBP) menggunakan hasil bumi ini terbyata sudah dilakukan sejak 2018.

Hal ini disampaikan oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Maumere, Erwin Prasetyo.

"Registrasi membayar sumbangan biaya pendidikan menggunakan hasil bumi itu sejak sebelum Covid-19," tutur Erwin, Sabtu (25/5/2024).

Menurut Erwin Prasetyo, ide ini berawal saat 2018 ada seorang mahasiswi yang mengeluh tak mampu membayar biaya semesteran.

Mahasiswi itu mendatanginya dan mengungkapkan bahwa keluarganya sedang mengalami keterbatasan uang tunai.

"Waktu itu pas mau UTS. Mahasiswa itu mengeluh tidak bisa membayar karena tunggakan waktu itu sekitar 1 Juta lebih,"ujarnya.

Mahasiswi dari keluarga petani itu kemudian berdiskusi dengan Rekor Universitas Muhammadiyah dan mahasiswi itu mengaku banyak hasil panen kebun yang sedang sulit terjual. 

"Dari diskusi itu, mahasiswi itu menawarkan bahwa di kampung ada pisang, kelapa tapi mau dibawa ke kota untuk dipasarkan ia bingung takutnya tidak laku karena tidak terbiasa berdagang di pasar," kata Erwin. 

Menurut Erwin, biasanya pembeli dari kota langsung ke kampung untuk membeli hasil bumi ke kampung namun saat menjelang ujian akhir sekolah itu tidak ada pembeli dari kota yang membeli hasil bumi ke kampung.

Ia pun diskusi bersama beberapa pengambil kebijakan di kampus Universitas Muhammadiyah ini tentang mekanisme pembayaran kuliah dengan hasil bumi. Akhirnya, keputusan diambil dan Erwin mengarahkan mahasiswi itu untuk membawa hasil kebun itu ke kampus.

Erwin menyebutkan, hasil bumi yang dibawa mahasiswa ke ke kampus antara lain, Kemiri, Kakao, Kelapa, Cengkeh, Vanili, Pisang, Advokat, Mente, hasil tenunan dan bahkan hasil laut.  Mereka membantu menjualkan hasil bumi itu ke Pulau Jawa dan Makassar.

Selain itu dijual kepada sivitas akademika di Universitas Muhammadiyah Maumere. Di luar dugaan, ternyata kampus justru bisa membantu memasarkan barang dengan harga yang layak itu sehingga hasilnya bisa untuk membayar kuliah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved