Dampak Penggunaan Gadget Terhadap Komunikasi Orangtua dan Anak
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Penggunana gedget ibarat pisau bermata dua, banyak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakuka
Kendati demikian, kapan waktu yang tepat untuk memperkenalkan gadget kepada anak?
Monalisa mengatakan, berdasarkan rekomendasi World Health Organization (WHO) dan American Academy of Pediatrics (AAP) : terkait “screentime” pada anak, yaitu anak usia 18 bulan ke bawah tidak direkomendasikan terpapar gadget dan media elektronik kecuali untuk video.
“Anak usia 2-5 dianjurkan mendapatkan screen time maksimal 1 jam per hari, namun semakin sedikit screentime maka semakin baik,” ujarnya.
Adapun untuk anak usia sekolah dasar 1-1.5 jam per hari, sementara untuk anak usia remaja (11-13 tahun) 2 jam perhari.
Sedangkan anak-anak usia sekolah jika harus belajar secara daring dan terpapar lebih lama, maka orang tua menyeimbangkan aktivitas anak dengan kegiatan fisik dan gerak. Hal ini agar mereka memiliki jadwal harian yang seimbang.
Adapun saran bagi orang tua yang memberikan gadget terhadap anak, batasi waktu anak bermain gadget seperti seminggu sekali ataupun hari tertentu.
Kemudian, lebih selektif dalam memilihkan aplikasi permainan di dalam gadget, pastikan anak bermain aplikasi yang sesuai dengan umur anak dan batasi aplikasinya.
“Komunikasi antara anak dan orang tua harus diperbaiki, orang tua harus mengontrol setiap konten yang ada pada gadget anaknya,” ujarnya.
Orang tua, kata dia, harus menemani anaknya dalam penggunaan gadget. Jangan mengabaikan anak ketika bermain gadget, tetap terjalin komunikasi dengan anak agar menjalin kelekatan bersama.
“Upaya itu agar menghindari dari keterlambatan berbicara juga pada anak,” kata Monalisa.
Sebagai informasi, Santosa Hospital Bandung Central membuka pelayanan terkait masalah hubungan antara orangtua dan anak.
Adapun jadwal layanan tersebut, Senin-Jumat mulai pukul 08.00-16.00 WIB sedangkan untuk hari Sabtu, mulai pukul 08.00-13.00 WIB.
Selain mendaftar langsung di Poli Psikologi, yang berada di lantai dua Santosa Hospital Bandung Central. Bisa juga mendaftarkan menggunakan aplikasi Santosa Hospital Bandung Central.
| Lebih Restoratif, Anak Bermasalah di Cirebon Kini Bakal Jalani Hukuman Melalui Kerja Sosial |
|
|---|
| Waspada Testis Tidak Turun pada Anak: Kenali Dampaknya Terhadap Kesuburan |
|
|---|
| Waspadai Testis Tidak Turun pada Anak, Bisa Berdampak pada Kesuburan di Masa Depan |
|
|---|
| Pemprov Dukung Penuh Forum Santri Anak Jateng dalam Upaya Pencegahan Kekerasan di Pesantren |
|
|---|
| Vonis Mati Gin Gin Ginanjar Belum Inkrah, Pembunuh Anak di Argapura Majalengka Ini Pilih Banding |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Dampak-Penggunaan-Gadget-Terhadap-Komunikasi-Orangtua-dan-Anak.jpg)