Senin, 18 Mei 2026

Momen Hakim Tipikor Naik Pitam Saat Sidang SYL, Dipicu Saat Mencecar Saksi Terkait Sharing Uang

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta naik pitam saat mencecar saksi di persidangan kasus dugaan korupsi eks Mentan.

Tayang:
Editor: Januar Pribadi Hamel
Ashri Fadilla/Tribunnews
Mantan Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) di sidang lanjutan kasus dugaan korupsi di lingkungan Kementerian Pertanian. 

"Sepanjang itu tidak masuk di dalam prosedur Setneg itu pasti tidak bisa dibiayai," ujar saksi Ali Jamil.

Partai Nasdem

Mantan Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) disebut-sebut meminta anak buahnya di Kementan untuk membiayai sumbangan sembako. Namun sumbangan sembako itu dipastikan bukan terkait program Kementerian Pertanian.

Kepala Biro Umum Pengadaan Setjen Kementan, Sukim Supandi saat bersaksi menyebut bahwa permintaan SYL ini disampaikan melalui Staf Khususnya, Joice Triatman.

Joice diketahui juga merupakan kader Partai Nasdem seperti SYL. "Ibu Joice ini siapa?" tanya Hakim Ketua, Rianto Adan Pontoh kepada saksi Sukim. "Staf Khusus Menteri Bidang Kelembagaan," jawab Sukim.

"Apakah Ibu Joice ini dari unsur parpol atau dari profesional?" tanya Hakim Pontoh lagi.

"Sepertinya partai. Nasdem, Yang Mulia," kata Sukim.

"Apa yang diminta iIbu Joice?"

"Diminta untuk menyiapkan sembako."

Jumlah sembako yang diminta mencapai 130 ribu paket, masing-masing seharga Rp 150 ribu. Menurut Sukim, jika ditotal, maka uang yang digelontorkan Kementan mencapai hampir Rp 2 Miliar.

"Saat itu, jumlahnya 13 ribu paket sembako x Rp 150 ribu. Sekitar 1,95 (miliar) sekian," kata Sukim.

Adapun sumber uang untuk memenuhi permintaan ini berasal dari sharing pejabat-pejabat Eselon I Kementan. Katanya, vendor sumbangan sembako tersebut langsung menagih Eselon I Kementan.

"Dari penyedianya karena ada tanda tangan kontraknya itu diselesaikan Eselon I," ujar Sukim.
Sayangnya, Sukim mengaku tak tahu untuk kepentingan apa permintan sumbangan sembako ini. Yang dia tahu, Joice sudah merekap daftar penerimanya di 38 provinsi di Indonesia pada momen bulan Ramadan.

"Untuk kepentingan Kementan?" tanya Hakim Pontoh.

"Sepertinya tidak, Yang Mulia," jawab Sukim.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved