Kasus Pembunuhan di Garut

''Tah Aing Datang,'' Detik-detik Pelaku Buka Masker lalu Habisi Nyawa Kakek di Garut, Punya Dendam

AKP Ari menjelaskannya, motif pelaku Teten dalam melakukan pembunuhan terhadap korban lantaran menaruh dendam sejak tahun 2023.

Tribun Jabar/ Sidqi Al Ghifari
Tampang Teten (kursi roda) dan Hilman pelaku pembunuhan terhadap seorang kakek di Kampung Ngamplang, Desa Ngamplang, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Mereka dihadirkan dalam ekpose kasus tersebut di Mapolres Garut, Kamis (9/5/2024). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Polisi berhasil mengungkap kasus pembunuhan seorang kakek yang tewas mengenaskan dengan luka di sekujur tubuh.

Peristiwa itu terjadi di Kampung Ngamplang, Desa Ngamplang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu (5/5/2024).

Korban bernama Alex Komaludin (73), ia ditikam dengan cerulit dan golok oleh dua orang pelaku hingga kepala korban hancur dan bagian perut korban terurai.

Pelaku ialah Teten (34) dan Hilman (19), keduanya ternyata sudah merencanakan aksi pembunuhan itu lantaran menaruh dendam terhadap korban sejak lama.

Baca juga: Kronologi Pembunuhan Sadis di Garut, Dua Pelaku Sudah Merencanakan Aksi Sebelum Datangi Korban

Kasat Reskrim Polres Garut AKP Ari Rinaldo mengatakan, pelaku mempersiapkan diri dengan membawa senjata tajam berupa golok dan celurit, serta menggunakan masker dan topi.

Mereka berangkat menuju rumah korban sekitar pukul 01.30 WIB dini hari menggunakan sepeda motor yang dikendarai Hilman.

Setibanya di lokasi, mereka memarkirkan sepeda motor di dekat Lapangan Golf Ngamplang yang berjarak sekitar 20 meter dari rumah korban lalu memanjat pagar untuk masuk ke dalam rumah.

"Mereka kemudian memanjat pagar rumah korban dan mematikan listrik kemudian masuk ke dalam rumah dan melakukan pembunuhan," ungkapnya.

Pelaku saat itu menggunakan senter untuk menerangi ruangan kemudian mendapati korban tengah duduk di ranjang.

Keduanya kemudian membuka masker dan melakukan kontak komunikasi dengan korban.

"Teten mendekati Alek sambil berkata, "Tah aing datang (Nih, aku datang)". Keduanya kemudian menyerang Alek dengan brutal,"

"Teten membacok wajah korban secara bertubi-tubi dengan golok, sementara Hilman Hakim membacok perut korban dengan celurit berkali-kali," ucap AKP Ari.

Setelah memastikan korban meninggal, kedua pelaku kemudian meninggalkan tempat kejadian dan kembali ke rumah Teten.

Mereka lalu membersihkan senjata yang digunakan untuk membunuh Alek dan menyimpannya di rumah Teten.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved