Kasus Pembunuhan di Garut

Kronologi Pembunuhan Sadis di Garut, Dua Pelaku Sudah Merencanakan Aksi Sebelum Datangi Korban

Teten dan Hilman pelaku pembunuhan sadis terhadap seorang kakek di Garut dihadirkan ke publik dalam ekpose kasus tersebut di Mapolres Garut.

|
Tribun Jabar/ Sidqi Al Ghifari
Teten dan Hilman pelaku pembunuhan sadis terhadap seorang kakek di Garut dihadirkan ke publik dalam ekpose kasus di Mapolres Garut, Kamis (8/5/2024). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Teten dan Hilman pelaku pembunuhan sadis terhadap seorang kakek di Garut dihadirkan ke publik dalam ekpose kasus tersebut di Mapolres Garut, Kamis (8/5/2024). 

Saat digiring polisi keduanya nampak santai dan bahkan tidak menundukkan kepala dihadapan awak media.

Teten yang menjadi otak pembunuhan tersebut nampak duduk di kursi roda karena kaki kirinya mendapat tembakan timah panas saat mencoba kabur saat diringkus polisi. 

Baca juga: Pelaku Pembunuhan Sadis Kakek Alex di Garut Ternyata Berjumlah Dua Orang, Dipicu oleh Dendam

Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Ari Rinaldo,mengatakan pihaknya mengamankan kedua pelaku di dua lokasi.

"Bandung dan Bekasi,  tersangka mengaku telah melakukan pembunuhan itu," ujar Ari Rinaldo.  

AriI menuturkan  kasus tersebut bermula ketika Hilman sedang berkunjung ke rumah Teten di Cilawu. 

Teten saat itu mengajak Hilman pergi ke rumah korban dengan tujuan membunuh korban. Hilman kemudian setuju atas ajakan temannya itu. 

"Keduanya kemudian mempersiapkan diri dengan membawa sebilah golok, sebilah celurit, satu buah senter, serta mengenakan masker dan topi," ungkapnya. 

Mereka berangkat ke lokasi kejadian dengan menggunakan sepeda motor. Setibanya di tujuan, mereka parkir di dekat lapangan yang berjarak sekitar 20 meter dari rumah korban. 

"Mereka kemudian memanjat pagar rumah korban dan mematikan listrik kemudian masuk ke dalam rumah dan melakukan pembunuhan," ungkapnya. 

Pelaku saat itu menggunakan senter untuk menerangi ruangan kemudian mendapati korban tengah duduk di ranjang. 

Keduanya kemudian membuka masker dan melakukan kontak komunikasi dengan korban. 

"Teten mendekati Alek sambil berkata, "Tah aing datang" (Nih, aku datang). Keduanya kemudian menyerang Alek dengan brutal,"

"Teten membacok wajah korban secara bertubi-tubi dengan golok, sementara Hilman Hakim membacok perut korban dengan celurit berkali-kali," ungkapnya. (*) 

 

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved