Jumat, 17 April 2026

Pilkada Jabar

Golkar Jabar Ditarget Bisa Raih 60 Persen di Pilkada 2024, Berharap Bisa Ulangi Sukses Pilkada 2020

Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto sudah menetapkan bahwa Golkar ingin mengulang sukses di pemilihan kepala daerah 2020.

Tribun Jabar/ Muhamad Nandri Prilatama
Wakil Ketua DPP Golkar, Ahmad Doli Kurnia 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Wakil Ketua Umum DPP Golkar, Ahmad Doli Kurnia menegaskan bahwa Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto sudah menetapkan bahwa Golkar ingin mengulang sukses di Pilkada 2020.

Saat itu, kata Doli, mereka diberikan target 60 persen. Namun, ternyata Golkar mampu meraih 61,11 persen. Dia pun mengaku optimis bisa sukses di pilkada 2024, terlebih sudah mengusung dan mengantarkan Prabowo-Gibran sebagai presiden dan wakil presiden terpilih.

"Pileg 2024, kami meraih peningkatan kursi signifikan yang luar biasa. Tingkat nasional kami mendapat 17 kursi, tingkat Jabar 19 kursi, dan tingkat kabupaten/kota 207 kursi. Tentunya, ini menjadi modal semangat kami untuk meraih minimal 60 persen di pilkada 2024," katanya saat menghadiri kegiatan optimalisasi peran anggota Fraksi Golkar di Hotel El Royal, kota Bandung, Senin (6/5/2024) malam.

Disinggung adakah syarat khusus bagi calon yang hendak diusung di Pilkada 2024, Doli pun menyebut berkaca pilkada 2020, kesuksesan itu dapat diulangi. Apalagi, katanya, dalam menentukan keputusan siapa yang akan dicalonkan prosesnya cukuplah panjang.

Baca juga: Ketua DPD Golkar Jabar Tegaskan Kepala Daerah Juga Harus Perhatikan Kesejahteraan Guru Ngaji

"Menghadapi pilkada ini kan prosesnya sudah dilakukan sejak 1,5 tahun lalu. Jadi, sejak itu kami sudah miliki 1048 nama di seluruh Indonesia. Jadi, ini terus kami lakukan seleksi berapa kali, dan sekarang sudah masuk tahap ketiga, yakni survei satu di mana pemantapan penjaringan," katanya.

Nama-nama yang sudah terinventarisasi, lanjut dia, dilakukan pengujian secara akademik untuk mengetahui apakah memang benar memiliki elektabilitas atau tidak.

"Itu kami lakukan sampai ketika hendak mendaftar ke KPU, baru tahu siapa yang akan kami dukung," katanya.

Sebab, Golkar menurut Doli mempunyai konsep dalam pileg dan pilpres, Pemilu 2024 itu bersamaan dan berdekatan. Artinya, bersamaanya itu pileg dan pilpres, sedangkan berdekatan itu dengan pilkada.

"Jadi, sebetulnya tak bisa dipisahkan strateginya. Itu terbukti bahwa kemarin kami yang juga memberikan faktor kemenangan pilpres dan pileg, karena ada bantuan kepala daerah yang menang di 2020. Nah, ini tinggal kami balik (konsepnya). Tadi kami sudah sampaikan seluruh anggota Fraksi harus kerja maksimal untuk calon kepala daerah yang akan kami putuskan," ujarnya.(*)

Baca juga: Pilgub Jabar atau Jakarta? Teka-teki Majunya Ridwan Kamil di Pilkada Mulai Terungkap, Ini Bocorannya

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved