Pilkada Jabar
Fenomena Artis Ikut Pilkada di Jawa Barat, Begini Analisis Pengamat Politik Unpar
Di Kabupaten Bandung Barat, Hengky Kurniawan dan Jeje Govinda menjadi calon bupati dan Gilang Dirga menjadi calon wakil bupati.
Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pengamat politik Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung, Kristian Widya Wicaksono menganalisis terkait fenomena 'keunggulan' artis dalam versi hitung cepat pada Pilkada di Jawa Barat yang menunjukkan bahwa pemilih di Jabar masih cenderung memilih figur yang mereka kenal.
Diketahui, sejumlah nama artis atau pesohor ikut serta dalam pilkada di Jawa Barat. Pertama adalah di Pilkada Jabar 2024, Gitalis Dwi Natarina atau Gita KDI dan Ronal Surapradja menjadi calon wakil gubernur nomor urut 1 dan 2.
Di Kabupaten Bandung, Ali Syakieb menjadi calon wakil bupati nomor urut 2 sedangkan Sahrul Gunawan menjadi calon bupati nomor urut 1.
Di Kabupaten Bandung Barat, Hengky Kurniawan dan Jeje Govinda menjadi calon bupati dan Gilang Dirga menjadi calon wakil bupati.
Di Kota Bandung, Muhammad Farhan menjadi calon wali kota, di Kabupaten Cianjur Ramzi menjadi calon wakil bupati, dan di Kabupaten Indramayu Lucky Hakim menjadi calon bupati.
Bobby Maulana mencalonkan jadi wakil wali Kata Sukabumi sedangkan Alam Mbah Dukun menjadi calon wakil wali Kota Banjar.
Kembali Kristian mengatakan ketokohan seseorang menjadi magnet yang menentukan tingkat keterpilihan mereka di dalam pemilihan kepala daerah saat ini.
"Saat bersamaan, perlu diakui bahwa kombinasi artis dengan politisi menjadi cukup efektif untuk mendulang suara, karena dianggap menjanjikan untuk mengonsolidasikan elemen-elemen pemangku kepentingan di tingkat daerah," ujarnya saat dihubungi, Jumat (29/11/2024).
Kristian pun mengaku hal ini menjadi sulit diprediksi ketika medan kompetisi Pilkada melibatkan kombinasi pasangan yang memiliki latar belakang sama, yakni artis dan politisi, semisal di Bandung Barat.
"Tentu, kemenangan tak ditentukan oleh faktor popularitas artis tetapi mesti ada variabel lain yang menjadi landasan alasan masyarakat dalam memilih mereka," katanya
Kristian pun memberikan catatan bahwa pasangan kepala daerah dan wakil kepala daerah dari kalangan artis juga harus semakin menanamkan komitmen yang mendalam terhadap penanganan isu-isu pembangunan daerah dan dapat beradaptasi serta bekerjasama dengan birokrasi.
"Sebab, dari sisi kompetensi administrasi publik pada dasarnya masyarakat patut ragu dengan kapasitas mereka. Mengelola urusan-urusan publik yang kompleks dan dinamis tidak bisa hanya sekedar mengandalkan popularitas tetapi harus diimbangi dengan kemampuan kepemimpinan dan kemampuan manajerial yang andal."
"Apalagi kepemimpinan di sektor publik berbeda dengan kepentingan pada sektor privat demikian pun manajemen publik jauh berbeda dengan manajemen sektor swasta," ujarnya
Selain itu, tekanan dari pemangku kepentingan yang beragam dan aspirasi individual serta kelompok-kelompok dalam masyarakat yang lebih kompleks menjadi tantangan yang harus bisa ditangani dengan baik oleh mereka yang kemungkinan terpilih menjadi kepala daerah.
| Di Hadapan Ribuan Kader PKB, Gita Ingin Jadikan Indramayu Lumbung Suara Paslon Jabar Bahagia |
|
|---|
| Dedi Mulyadi Bicara Soal Revolusi Dibidang Kesehatan saat Bertemu Perawat Se- Jabar |
|
|---|
| Cawagub Jabar Gita Dwi Natarina Ajak Ibu-Ibu Cimindi Cimahi Botram |
|
|---|
| Kakang Prabu Temui Ahmad Syaikhu, Sampaikan Pentingnya Nilai Budaya |
|
|---|
| Erwan Setiawan Sesalkan Masjid Al Jabbar Cikembar Tak Terawat padahal Habiskan Puluhan Miliar Rupiah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Pilkada-Bandung-Barat-2024-Ritchie-Ismail-Jeje-Asep-Ismail-raih-suara-tertinggi.jpg)