Cegah DBD, Petugas Kesehatan di Pangandaran Keliling Desa, Pasar Hingga Sekolah Lakukan Woro-woro

Upaya mencegah penyakit demam berdarah dengue (DBD), petugas pelayanan kesehatan Kecamatan di Kabupaten Pangandaran Jawa Barat melakukan woro-woro.

Penulis: Padna | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/PADNA
Upaya mencegah penyakit demam berdarah dengue (DBD), petugas pelayanan kesehatan kecamatan di Kabupaten Pangandaran Jawa Barat melakukan woro-woro dengan berkeliling ke desa hingga sekolah, Sabtu (30/3/2024). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Upaya mencegah penyakit demam berdarah dengue (DBD), petugas pelayanan kesehatan Kecamatan di Kabupaten Pangandaran Jawa Barat melakukan woro-woro.

Satu di antaranya, yang dilakukan petugas pelayanan kesehatan di Puskesmas Padaherang.

Pada Sabtu (30/3/2024) pagi sampai siang, mereka melakukan kegiatan sosialisasi dengan mobil ambulans

Sosialisasi dengan kegiatan woro-woro itu dilakukan door to door ke setiap pemukiman Desa, pasar, sejumlah tempat ibadah dan tempat sekolah dasar (SD).

Kepala Puskesmas Padaherang, Suryati menyampaikan, hari ini pihaknya sengaja melakukan woro-woro terkait DBD.

Baca juga: Waspada! Nyamuk Penyebab DBD Dicurigai Bermutasi, Tiga Bulan 8 Orang Meninggal Akibat DBD di Bandung

"Baik itu gejalanya ataupun pencegahannya untuk diketahui bagaimana kita menangani DBD tersebut," ujar Suryati kepada sejumlah wartawan di satu sekolah dasar di Desa Pasirgeulis yang merupakan wilayah kerjanya.

Untuk itu, dengan mobil ambulance dan pengeras suara tim pelayanan kesehatan melakukan woro-woro sambil berkeliling di wilayah kerjanya di Kecamatan Padaherang.

"Jadi, dengan pengeras suara itu kita berikan informasi tentang bahaya DBD baik ke masyarakat biasa ataupun sekolah," katanya.

Menurutnya, kasus DBD di wilayah kerjanya di bulan Maret 2024 ini mencapai 7 kasus dan Februari 2024 mencapai 11 kasus.

IKUTI CHANNEL WhatsApp TribunJabar.id untuk mendapatkan berita-berita terkini via WA: KLIK DI SINI

"Kalau kasus yang sampai meninggal dunia, itu alhamdulilah tidak ada. Jangan sampai ada," ucap Suryati. (*)

Baca juga: Korban Akibat DBD Berjatuhan di Subang, Sudah 15 Orang yang Kehilangan Nyawa pada Awal 2024 Ini

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved