Korban Akibat DBD Berjatuhan di Subang, Sudah 15 Orang yang Kehilangan Nyawa pada Awal 2024 Ini

Sebanyak 15 orang di Subang kehilangan nyawa karena kasus demam berdarah dengue (DBD).

Penulis: Ahya Nurdin | Editor: Giri
(Thikstock)
ilustrasi - Sebanyak 15 orang di Subang kehilangan nyawa karena kasus demam berdarah dengue (DBD). 

Laporan Kontributor Tribunjabar, Subang, Ahya Nurdin 

TRIBUNJABAR.ID, SUBANG - Sebanyak 15 orang di Subang kehilangan nyawa karena kasus demam berdarah dengue (DBD).

Mayoritas, yang meninggal itu merupakan anak-anak di bawah 14 tahun.

"Berdasarkan catatan kami Dinkes Subang, tercatat selama tahun 2024 ada 950 kasus DBD. Mayoritas menyerang anak balita dan anak sekolah," ujar Kadinkes Subang, Maxi, Kamis (28/3/2024).

Maxi mengatakan, banyaknya korban meninggal karena pasien telat ditangani oleh pihak medis.

"Umumnya pasien DBD dalam kondisi sudah parah saat dibawa ke rumah sakit oleh keluarga. Rata-rata yang meninggal tersebut sudah tiga hari terserang DBD namun baru dibawa ke rumah sakit," ucap Maxi.

Pemkab Subang pun bergerak cepat agar korban tak semakin banyak yang berjatuhan.

Baca juga: Waspada Kasus DBD di Pangandaran, Meningkat dari Tahun Lalu, Masyarakat Diminta Peduli Lingkungan

Pj Bupati Subang, Imran, langsung mengajak masyarakat agar menjaga hidup bersih serta tentunya mengikuti anjuran 3M (menguras, menutup, mengubur).

"Kepada seluruh warga Subang saya mengimbau ini musim pancaroba, banyak penyakit yang muncul khususnya demam berdarah. Ayo bersama-sama kita menjaga lingkungan dengan kegiatan 3M," ujar Imran, Kamis.

Imran juga meminta masyarakat memperhatikan lingkungan sekitar serta terus giat membersihkan tempat yang ruang lingkupnya kecil.

Baca juga: Januari-Februari 2024 Sebanyak 463 Warga Purwakarta Terjangkit DBD, 5 Tercatat Meninggal Dunia

"Membersihkan vas bunga, tempat minum burung, kolam ikan dan akuarium, karena nyamuk demam berdarah itu suka yang bersih-bersih. Oleh karena itu ini menjadi kewajiban kita bersama untuk lebih menjaga kebersihan lingkungan di sekitar," katanya.

Imran juga meminta masyarakat untuk, menggunakan lotion kulit antinyamuk menjadi bagian hal yang penting juga untuk mencegah digigitnya nyamuk. Sebab, menggunakan lotion juga merupakan salah satu bagian dari 3M. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved