Bahaya Mendiagosa Diri Sendiri Jika Punya Masalah Kesehatan Mental
Kondisi ini dikenal dengan sebutan self diagnosis atau mendiagnosis sendiri terkait gangguan atau penyakit berdasarkan asumsi
Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Siti Fatimah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kemudahan digitalisasi saat ini membuat masyarakat lebih mudah untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Namun kemudahan ini pun tentu tidak selalu positif, ada sisi lain yang perlu di kroscek kembali kebenarannya.
Seperti misalnya saja ketika seseorang mencari informasi akan isu kesehatan, biasanya justru membuat rasa khawatir semakin muncul.
Kondisi ini dikenal dengan sebutan self diagnosis atau mendiagnosis sendiri terkait gangguan atau penyakit berdasarkan asumsi yang didapatkan dari sumber yang beredar di internet atau media sosial.
Psikolog Associated Ibunda.id, Roselli Kezia Ausie, M.Psi mengatakan jika self diagnosis ini menjadi isu yang cukup besar di dunia psikolog saat ini.
Baca juga: Patahkan Stigma Kesehatan Mental Melalui Platform Pasti.Id
"Saya juga pernah tiba-tiba ditodong langsung oleh yang datang untuk terapi. Dia datang dengan keadaan sudah mendiagnosa diri sendiri berdasarkan ciri-ciri yang didapatkan dari media sosial," ujar Kezia.
Padahal menurutnya, seorang psikolog itu untuk sampai akhirnya mendiagnosa apa yang dirasakan pasien tersebut tentu tidak bisa langsung instan .
Kezia menyebutkan butuh observasi yang lebih lanjut, karena hasil diagnosa akan gangguan kesehatan mental yang dirasakan itu akan menjadi identitas baru.
"Karena seringkali setelah diagnosa, seseorang merasa menjadi identitas dia dan dibawa ke aspek kehidupannya seperti pekerjaan, relasi. Jika salah diagnosa maka akan jadi masalah dalam hidupnya," ujarnya.
Baca juga: Paslon Pilihanmu Kalah? Ini 7 Cara Menjaga Kesehatan Mental untuk Atasi Kekecewaan
Jika sembarangan mendiagnosa diri sendiri pun tentu berbahaya, karena jika tidak konsultasi dengan ahlinya maka seseorang akan berkutat akan diagnosa yang menempel di dalam dirinya.
Berbagai dampak negatif pun akan muncul karena tindakan penanganan yang tidak sesuai.
"Oleh karena itu harus hati-hati dalam mendiagnosa. Kalau dirasa secara emosional ada yang mengganggu ya datang ke profesional supaya lebih akurat, ilmiah. Kalau self diagnosa dan salah itu bahaya, jangan karena semua bisa di googling ya," ujarnya.
| Psikolog Unpad Jelaskan Faktor Psikologis Perilaku Tak Pantas di Lingkungan Kampus |
|
|---|
| Psikolog Ungkap Mengapa Remaja Mudah Terprovokasi hingga Tawuran, Bukan hanya Soal Kenakalan |
|
|---|
| Tribun Jabar Bersilaturahmi ke Diskominfo Indramayu, Sepakat Lanjutkan Kolaborasi |
|
|---|
| Gali Motif Lebih Dalam, Psikolog Dilibatkan Periksa Pembunuh Siswa SMPN 26 Bandung di Kampung Gajah |
|
|---|
| Kopjas BLM Kolaborasi dengan BPR Indramayu Jabar Salurkan Kredit bagi Pensiunan ASN dan TNI/Polri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ilustrasi-kesehatan-mental.jpg)