Nyamuk Wolbachia di Bandung

Nyamuk Wolbachia Akan Disebar di Bandung, Masyarakat Justru Dibikin Takut Meski untuk Tekan DBD

Masyarakat dibikin takut dengan penyebaran sekitar 60 ribu telur nyamuk jenis Aedes aegypti wolbachia di Kelurahan Pasanggrahan, Ujungberung, Bandung.

|
Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Giri
Pixabay.com
ILUSTRASI - Masyarakat dibikin takut dengan penyebaran sekitar 60 ribu telur nyamuk jenis Aedes aegypti wolbachia di Kelurahan Pasanggrahan, Kecamatan Ujungberung, Bandung. 

Meskipun nyamuk wolbachia ini tidak lagi memiliki virus dengue, tetapi ia merasa khawatir akan dampak jangka panjang dari pelepasan ternak nyamuk wolbachia.

"Mungkin bisa menekan angka DBD, tapi dampak jangka panjangnya seperti apa? Apa bisa menjadi wabah atau jadi pandemi seperti tahun-tahun sebelumnya? Kita kan enggak pernah tahu virus itu bisa bermutasi jadi apa," ucapnya.

Warga Dago, Nur Khansa (29), mengatakan, kebanyakan informasi yang menakutkan lebih banyak dan mudah ditemukan di media sosial.

"Kalau baca artikel berita saya bisa dapat informasi yang lebih lengkap tentang apa itu nyamuk wolbachia dan dampaknya apa. Tetapi kalau cari informasi di media sosial isinya menyeramkan semua, bahkan ada yang katanya anak kecil sampai radang otak gara-gara nyamuk ini," kata Khansa.

Baca juga: DBD Masih Jadi Ancaman, Kini Ada Vaksin Demam Berdarah untuk Pencegahannya

Sebagai masyarakat yang terkoneksi dengan media sosial setiap hari, Khansa mengatakan tidak mudah untuk memilah dan memilih informasi yang didapatkan tentang nyamuk wolbachia ini karena semuanya bisa didapatkan secara bersamaan.

"Jujur sih agak khawatir karena masih belum tahu juga ini tuh nyamuk apa kok diternak? Dampak jangka panjangnya seperti apa? Negara lain seperti Singapura menolak, kok Indonesia tetap disebarkan? Apa memang aman?" ujarnya.

Ia pun mengatakan sebaiknya pemerintah gencar melakukan sosialisasi akan nyamuk wolbachia ini supaya masyarakat tidak merasa khawatir dan termakan berita yang menyimpang. 

Kadinkes Kota Bandung: Nyamuk Wolbachia Aman

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Bandung, Anhar Hadian mengatakan program nyamuk wolbachia ini diharapkan akan menjadi salah satu ikhtiar yang bisa menekan kasus DBD di Kota Bandung.

Anhar mengajak warga Kota Bandung mendukung Program "ce Woli Jawara" Cegah DBD, Wolbachia Jagi Wargi Bandung Juara.

"Program Wolbachia untuk mencegah terjadi peningkatan kasus DBD di Kota Bandung pada awal musim penghujan ini," ujar Anhar, Kamis (23/11/2023).

Menurutnya, telur wolbacia sudah disebar di Kelurahan Pasanggrahan ditempatkan di 300 ember.

Dalam satu ember ada telur yang didatangkan dari laboratorìun UGM.

"Tidak perlu khawatir wolbachia sudah diuji coba UGM. Jika telor wolbachia sudah jadi nyamuk akan berkembang biak bersatu dengan nyamuk lokal Ujungberung," ujarnya.

Nyamuk-nyamuk hasil perkawinan dengan nyamuk wolbachia bisa mencegah DBD karena tidak bisa menggigit manusia sehingga tak bisa menyebarkan virus DBD.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved