Nyamuk Wolbachia di Bandung

Warga Ujungberung Bandung Unjuk Rasa, Minta Nyamuk Wolbachia Dilepaskan di Rumah Menkes

Mereka memprotes pemerintah yang memaksakan diri menyebarkan nyamuk wolbachia di Kota Bandung, beberapa waktu lalu.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Ravianto
Melinda Gates/ Facebook
Melinda Gates melihat cara kerja bakteri Wolbachia lewat mikroskop 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Anti Nyamuk berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Jabar, Senin (18/12/2023).

Mereka memprotes pemerintah yang memaksakan menyebarkan nyamuk wolbachia di Kota Bandung, beberapa waktu lalu.

Dalam aksinya, mereka memasang spanduk-spanduk berisi protes penyebaran nyamuk yang diklaim pemerintah dapat mengantisipasi perkembangan nyamuk penyebab demam berdarah tersebut. 

Puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Anti Nyamuk berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Jabar, Senin (18/12/2023). Mereka memprotes pemerintah yang memaksakan diri menyebarkan nyamuk wolbachia di Kota Bandung, beberapa waktu lalu.
Puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Anti Nyamuk berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Jabar, Senin (18/12/2023). Mereka memprotes pemerintah yang memaksakan diri menyebarkan nyamuk wolbachia di Kota Bandung, beberapa waktu lalu. (Tribun Jabar/Muhamad Syarif Abdussalam)

Mereka beranggapan penyebaran nyamuk ini sudah meresahkan masyarakat dan bisa berujung pada tindak kriminal.

Mereka meminta Menteri Kesehatan RI menamngkap kembali nyamuk-nyamuk yang sudah disebar tersebut untuk kemudian diisolasi di rumah Menteri Kesehatan RI saja.

Ketua Majelis Adat Sunda, Ari Mulia Subagja, mengatakan kedatangan warga ini untuk menyampaikan aspirasi menolak penyebaran nyamuk wolbachia di sejumlah titik di Jawa Barat.

"Kita harus menolak penyebaran nyamuk Wolbachia ini demi kemaslahatan bersama," ujar Ari Mulia Subagja.

Aksi ini diikuti sejumlah komunitas seperti Majelis Adat Sunda, Southland, Tentara Langit, dan sejumlah masyarakat Ujungberung dan lainnya.

Seperti diketahui sejak beberapa bulan lalu, pemerintah sudah melepaskan jutaan telur nyamuk di daerah Ujungberung, Kota Bandung.

Padahal warga setempat belum mendapatkan sosialisasi mengenai program pelepasan nyamuk tersebut.

Menurut Ari, aksi pada Senin pagi adalah sebuah aksi damai untuk meminta penjelasan mengenai program penyebaran nyamuk Wolbachia. 

"Mestinya program ini tidak dilakukan, karena tetap yang menjadi bahan percobaan adalah masyarakat. Karena ada beberapa contoh negara yang sudah disebarkan nyamuk ini, seperti Singapura. Memang awalnya DBD berkurang, namun setelah empat tahun, kasus DBD malah naik hingga 200 persen. Belum lagi dampak ekologi alam yang terganggu," katanya.(*)

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved