Investasi Kereta Cepat Bisa Balik Modal dalam 48,3 Tahun, Tapi Penumpang Harus Penuh Setiap Hari
Namun, asumsi itu belum memperhitungkan biaya operasi, bunga pinjaman, dan tanpa pendapatan nonoperasional
Editor:
Adityas Annas Azhari
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Warga berfoto seusai menjajal Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) di Stasiun Tegalluar, Cibiru Hilir, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (16/9/2023).
Dalam skenario terburuk, Faisal menyebutkan, break even point proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung baru akan tercapai dalam kurun waktu 139 tahun.
Baca juga: Erick Thohir Libatkan Whoosh Jadi Alat Transportasi Piala Dunia U-17, FIFA Merespons Positif
Skenario itu dibuat dengan asumsi tingkat okupansi 50 persen, jumlah perjalanan 30 per hari, dan harga tiket Rp 250.000.
"Jika nilai investasi tetap, seat-nya kalau 50 persen tadi (balik modal) 139 tahun," ucap Faisal Basri. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Balik Modal Kereta Cepat Whoosh Bisa 48,3 Tahun, Faisal Basri: Tapi Ini Asumsi Surga..."
Berita Terkait
Baca Juga
Investasi Mudah dan Nyaman, bank bjb Tawarkan Sukuk Ritel SR023 |
![]() |
---|
Gempa Jadi Ancaman Bagi Whoosh, KCIC Pastikan Sistem Deteksi Berfungsi dengan Baik |
![]() |
---|
Operasional Whoosh Sempat Terdampak Gempa Bumi Bekasi, Sejumlah Perjalanan Dibatalkan |
![]() |
---|
Kisah Melfi Pemuda Pulau Sawu Jadi Orang Pertama yang Kuliah di UI, Rumahnya Hancur Dihantam Badai |
![]() |
---|
Pinjol Ilegal Berbahaya, Fintech Resmi Galang Kerja Sama dengan OJK dan Satgas Waspada Investasi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.