Investasi Kereta Cepat Bisa Balik Modal dalam 48,3 Tahun, Tapi Penumpang Harus Penuh Setiap Hari
Namun, asumsi itu belum memperhitungkan biaya operasi, bunga pinjaman, dan tanpa pendapatan nonoperasional
TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Setelah kereta cepat WHOOSH terwujud, banyak yang menyoroti soal utang kepada Cina, khususnya kapan investasi triliunan rupiah itu bisa balik modal
Seperti diketahui banyak beredar di media sosial bahwa Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) ini baru bisa balik modal setelah lebih dari seratus tahun.
Benarkah demikian? Ekonom senior Faisal Basri pun melakukan sejumlah simulasi perhitungan mengenai potensi waktu pengembalian investasi proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB).
Pria kelahiran Bandung, 6 November 1959 itu membagi simulasi perhitungan ke dalam beberapa skenario.

Simulasi pertama ialah skenario perhitungan yang bisa disebut super optimistis.
Dalam skenario ini, Faisal Basri mengasumsikan, kereta cepat yang memiliki kapasitas 601 tempat duduk di setiap rangkain selalu terisi penuh dan memiliki 36 kali perjalanan setiap harinya.
Selain itu asumsi juga mempertimbangkan tarif tiket Rp 300.000. Adapun nilai investasi diasumsikan sebesar 8 miliar dolar AS, dengan kurs Rp 14.300 per dolar AS, sehingga nilai investasi setara Rp 114,4 triliun.
Baca juga: Harga Tiket Kereta Cepat Whoosh Dijual 18 Oktober 2023, Catat Jadwal Keberangkatannya
Namun, asumsi itu belum memperhitungkan biaya operasi, bunga pinjaman, dan tanpa pendapatan nonoperasional.
Dengan demikian, potensi pendapatan yang didapat dari asumsi itu ialah Rp 2,37 triliun setiap tahunnya sehingga, untuk mengembalikan nilai investasi semata senilai Rp 114,4 triliun, memerlukan waktu 48,3 tahun dalam skenario sangat optimistis.
"Tapi kan ini janji surga, asumsi surga," ujar dia, dalam diskusi publik 'Beban Utang Kereta Cepat di APBN' di Jakarta, Selasa (17/10/2023).
Baca juga: Foto-foto: Kecelakaan Kereta Api Argo Semeru dan Argo Wilis di Kulon Progo, 3 Korban Dibawa ke RS
Kemudian, apabila tempat duduk hanya terisi 75 persen, waktu yang diperlukan untuk balik modal adalah 64 tahun.
Lalu, apabila hanya terdapat 30 perjalan setiap harinya, proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) baru akan balik modal dalam 77,3 tahun.
Jika tarif kereta cepat diturunkan menjadi Rp 250.000, waktu pengembalian investasi pun semakin lama, yakni menjadi 92,7 tahun.
Apabila kurs diasumsikan menjadi Rp 14.500 per dolar AS, butuh waktu 94 tahun untuk balik modal.

"Sekarang rupiah Rp 15.700 per dolar AS, ganti aja Rp 14.500 jadi Rp 15.700, (pengembalian investasi) 100 tahun," ujar dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia itu.
Investasi Mudah dan Nyaman, bank bjb Tawarkan Sukuk Ritel SR023 |
![]() |
---|
Gempa Jadi Ancaman Bagi Whoosh, KCIC Pastikan Sistem Deteksi Berfungsi dengan Baik |
![]() |
---|
Operasional Whoosh Sempat Terdampak Gempa Bumi Bekasi, Sejumlah Perjalanan Dibatalkan |
![]() |
---|
Kisah Melfi Pemuda Pulau Sawu Jadi Orang Pertama yang Kuliah di UI, Rumahnya Hancur Dihantam Badai |
![]() |
---|
Pinjol Ilegal Berbahaya, Fintech Resmi Galang Kerja Sama dengan OJK dan Satgas Waspada Investasi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.