Khutbah Idul Fitri 1444 H

Mengenal Penyakit Hati 

Idul Fitri telah menghampiri. Hari Raya telah menyapa. Puasa berganti dengan berbuka. Yang tersisa sejatinya tinggallah takwa.

Editor: Arief Permadi
ISTIMEWA
Nurdin Qusyaeri, Kaprodi KPI IAI Persis Bandung 

Pernahkah ibu menggerutu tidak mensyukuri pemberian suami lantaran tidak sesuai harapan? Padahal kata Nabi: Istri terbaik adalah yang pandai menjaga kata-kata dan pandai menjaga kehormatan sang suami. Untuk itu datanglah. Buang kepongahanmu dan egoismu. Ulurkan tanganmu, mohonlah maaf kepadanya. Bertekadlah mulai saat ini akan memperbaiki sikap dan perilaku jelek.

Bapak Ibu para orang tua: Kenanglah anakmu. Pernahkah ibu bapak menghardik serta menyiksa bahkan sampai mengusir anak ibu dengan dalih mendidik? Sudahkah bapak/ibu menempelkan ajaran Islam? Sudahkah punya perhatian yang full? Atau malah sering membiarkanya dengan membiarkan dididik pembantu, dengan alasan sibuk cari uang di kantor. Pdhl anak merupakan amanah untuk kita urus sesuai ajaran agama kita. Datanglah, rangkullah anak bapak/ibu, mintalah maaf atas keteledoran selama ini.

Berilah perhatian yang cukup supaya anak kita tidak mencelakakan, menjerumuskan dan mempermalukan kita. Katakan kepadanya, “ Nak, Maafkan bapak dan Ibumu, tolong jangan sampai kau mendakwa nanti di hari kiamat karena bapak lalai mendidikmu. Mari dari sekarang kita belajar ilmu agama Islam supaya kita selamat.

Bapak Ibu sekalian: Kenanglah tetangga dan fakir miskin sekitar kita. Ditengah kesengsaraanya, pernahkah kita biarkan mereka lapar, padahal di ruma kita banyak makanan. Pernahkan kita terhina dan menghardik anak yatim piatu saat mereka datang berbaju compang camping. Mumpung Allah ngasih sisa usia mari kita minta maaf dan perbaiki sikap dan perilaku kita.

Allahu Akbar, Allahu Akbar! Wa Lillahil Hamd. “Aidin wal “Aidat!
Mari kita menundukan pandangan dan hati kita untuk memohon kepada Allah Swt.
Ya Robbi, kami akui diri kami makhluk tak berdaya, makhluk yang hina, dibalik pakaian ini tersimpan hati yang busuk, rencana jahat, tubuh yang penuh dosa,

Kami sadar ya Allah, sebusuk apapun diri kami, di hari yang suci ini, di hari yang fitri ini tetap ingin dekat denganmu, ingin merasakan senangnya hidup dicintai oleh-Mu ya Rob. Sehingga, sekotor apapun diri ini aku ingin tetap bisa pulang kepadamu dengan hati nan bersih.

Duhai Allah yang maha pengampun, Jika ada yg hadir di majlis Ied ini membawa kegelisahan, jangan biarkan meninggalkan tempat ini kecuali kau telah tenangkan,

Ya Allah. Jika yang hadir dimajlis ini ada yang membawa kesulitan hidup, jangan engkau biarkan meninggalkan tempat ini kecuali kau mudahkan segala kesulitanya,

Pun demikian bagi yang kau titipkan penyakit pada mereka ya Allah, kepada kerabatnya, keluarganya, jangan biarkan meninggalkan tempat ini kecuali kau angkat dan sembuhkan segala penyakitnya,

Kami mohon, perbaiki jalan hidup kami agar di sisa kehidupan kami bisa lebih dekat denganmu ya Rab,
Ya Allah jaga diri kami bersihkan kotoran-kotoran dan segala bentuk kemaksiyatan dari hati kami. Lembutkan hati orang beriman, hati orang bertaqwa, bahkan orang bermaksiyat kepadaMu ya Allah, yang boleh jadi datang ke majlis ini berlumuran maksiyat yang telah dikerjakan. Bimbinglah kami, untuk bertobat ya Allah, sentuh jiwa kami, sadarkan kami bahwa kami akan wafat dan mempertanggungjawabkan seluruh perbuatannya,

Kami mohon ya Rab wafatkan kami dalam keadaan taubat kepadamu, mohon jangan biarkan kami wafat dalam berlumur maksiyat,

Ya Allah jika pagi ini sebagai pembuka lembaran baru dalam hidup ini, kami mohon jadikan sisa hidup kami sebagai hidup yang bermanfaat, yg terbaik dengan ridlomu, dan bila pagi ini memang akhir sisa hidup ini jadikan pagi ini yg husnul khatimah.

Yaa Allah kuatkan lisan kami dalam wafat kelak untuk mampu mengatakan kalimat tauhid “laa ila ha ilallaah”.. dan Kau jawab dengan kalimatmu yang indah, dengan kalimat, “Yaa ayyatuhan nafsul muthmainnah, wahai jiwa-jiwa yang tenang, irjii ilaa robbiki radiyatan mardhiyyah, fadhulii fii ibaadi wadkhulii jannatii”. Ayo sini, pulang pada Tuhanmu, Aku ridlo padamu, masuklah bersama hamba-hamba-Ku yang shalih dan masuklah dalam surga-u!

Ya Allah ampuni kami para ayah. Jika sepenuh dosa di rumah-tangganya akibat perbuatan kami para ayah/bapa maka ampuni dosa para ayah ya Allah.

Ya Allah mohon bagi kalangan ibu, Ampuni mereka jika para ibu yang hadir pada ied ini penyebab sepenuh dosa di rumahtangganya maka ampuni dosanya ya Allah.

Ya Allah jadikan pertemuan kami pertemuan yang penuh berkah, magfirah, serta rahmat darimu. Dan bilapun kami berpisah, jadikan perpisahan ini untuk mengencangkan tali silaturrahim, Satukan shaf kami, jauhkan bangsa ini dari perpecahan, Mohon jaga dan bimbing para ulama dan umara negeri ini sadarkan mereka bahwa jabatan yanyalah titipan untuk meraih surga mereka ya Rabb.

Ya Allah ampuni dosa orang tua kami, nenak kakek kami, saudara2 kami, Jaga dan ampuni, dan muliakan ulama kami, ustad kami, guru-guru kami, kekasih-kekasih-Mu yang terus menerus berusaha agar kami dekat dengan-Mu tanpa pamrih, muliakan ya Allah, selamatkan keluarga dan keturunannya.

”Robbana hablana min azwa jina wa dzurriiyatina qurrota a’yun, waj alna lil muttaqiina imama”

Taqabbalallahu minna wa minkum, Wassalamualaikum wr wb.(*)

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved