Yayasan Bina Abadi Mentari Pindahkan ODGJ ke Rancakalong, Disorot Setelah Diduga Buang Riki Nugraha
Yayasan Bina Abadi Mentari mengosongkan bangunan yang selama ini mereka pergunakan untuk merawat dan mengobati orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Giri
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Yayasan Bina Abadi Mentari mengosongkan bangunan yang selama ini mereka pergunakan untuk merawat dan mengobati orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Darmaraja, Kabupaten Sumedang.
Bangunan itu mereka kosongkan tak lama setelah Riki Nugraha (35), satu di antara yang mereka rawat ditemukan meninggal dunia, Senin (3/4/2023).
Pihak yayasan menyebut Riki kabur dari panti pada Selasa (28/3).
Namun, sejumlah saksi mengaku melihat Riki sengaja dibuang.
Riki yang mengalami keterbelakangan mental diturunkan dari mobil di kawasan Dano, Sumedang Utara, dan ditinggalkan sendirian di sana.
Bangunan yang mendadak dikosongkan itu berada persis di pinggir jalan utama Desa Sukaratu, Kecamatan Darmaraja.
Kepala Urusan Pemerintahan Desa Sukaratu, Milyana, mengatakan, bangunan itu dikosongkan pengelola yayasan sejak Senin (10/4).
Baca juga: Yayasan Tempat Riki Nugraha Dirawat sebelum Meninggal Pindah, Lapor ke Dinsos Sumedang Hanya via WA
"Malam itu, saya lihat dari pukul 20.30 ada dua mobil di depan rumah tersebut. Satu mobil Elf dan satu lagi pikap SS," kata Milyana.
Mobil Elf itu, ujarnya, digunakan untuk mengangkut para penghuni yayasan, termasuk mereka yang mengalami gangguan jiwa yang tengah berobat di sama.
Sedangkan mobil pikap SS dipergunakan untuk mengangkut barang.
Milyana mengatakan, mobil masih hilir mudik ke tempat itu sampai tengah malam.
"Secara berangsur melakukan pemindahan barang dan orang," ujarnya.
"Pindahnya ke Sumedang, katanya. Entah ke Rancakalong atau bagaimana, kurang tahu pasti," tambah Milyana yang sebelumnya juga sempat dimintai keterangan oleh Polres Sumedang terkait yayasan tersebut.
Yana mengatakan, rumah yang dikosongkan itu adalah rumah sewaan.
Baca juga: Kisah Mengharukan Ibu Asuh Riki Nugraha, Sudah Bangun Rumah untuk Anaknya yang Diduga Dibuang
Temboknya bercat biru.
Sebagian halamannya masih berupa tanah. Ada pagar teralis yang menjadi pembatas berwarna putih dan pudar.
Milyana mengatakan, yayasan tersebut sudah beroperasi di Desa Sukaratu selama setahun.
Tenggat sewa rumah itu, ujarnya, baru akan habis pada Agustus 2023.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumedang, Dikdik Sadikin, mengatakan, belum ada laporan resmi dari Yayasan Bina Abadi Mentari terkait kepindahan mereka.
Meski demikian, ujar Dikdik, kepindahan itu sudah ia ketahui.
"Ada pemberitahuan ke kami via WA bahwa untuk sementara, klien Abadi Bina Mentari dipindah ke Yayasan Sumber Barokah di Rancakalong," kata Dikdik melalui pesan singkat yang ia sampaikan menjawab pertanyaan Tribun Jabar.
Dikdik mengaku tak tahu soal alasan kepindahan yayasan tersebut.
Menurutnya, pemilik Yayasan Abadi Bina Mentari dan Yayasan Sumber Barokah masih satu keluarga.
Dikdik mengatakan, pesan WA terkait kepindahan Yayasan Bina Abadi Mentari ini dikirim oleh pemilik Yayasan Sumber Barokah, Ecek Karyana.
Bukan oleh Dera Rendra dari Yayasan Bina Abadi Mentari.
Kasus kematian Riki Nugraha (35) masih dalam penanganan Polres Sumedang. (*)
Baznas RI Ganjar Penghargaan ke Pemkab Sumedang, Prestasi Pengelolaan Zakat |
![]() |
---|
40 Persen Bangunan Sekolah di Sumedang Rusak, Perbaikan Butuh Dana Rp 320 Miliar |
![]() |
---|
Curhat Pilu Murid SDN Rancapurut Sumedang yang Sekolahnya Rusak: Takut Roboh, Buku Kena Air |
![]() |
---|
Miris, Kondisi Bangunan SDN Rancapurut Sumedang yang Disidak Wabup Fajar, Atap Bocor hingga Bolong |
![]() |
---|
Pemkab Sumedang Ajukan RAPBD Perubahan 2025, Naik Jadi Rp 3 Triliun |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.