Kisah Mengharukan Ibu Asuh Riki Nugraha, Sudah Bangun Rumah untuk Anaknya yang Diduga Dibuang
Tahu bahwa menitipkan anak di panti sebuah yayasan hanya bersifat sementara, Tuti berniat mengurus Riki Nugraha (35) pria berketerbelakangan mental.
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Januar Pribadi Hamel
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Tahu bahwa menitipkan anak di panti sebuah yayasan hanya bersifat sementara, Tuti berniat mengurus Riki Nugraha (35) pria berketerbelakangan mental di sebuah rumah yang terpisah dari anak-anak kandungnya.
Tuti sudah membangun sebuah rumah di Karangsari, Kecamatan Pamulihan di ruas jalan Pamulihan-Rancakalong. Rumah itu sudah setengah jadi.
Dia akan tinggal di tempat itu bersama suaminya, dan akan mengurus Riki jika masa perawatan Riki di Yayasan Abadi Bina Mentari di Kecamatan Darmaraja usai.
"Tadinya kalau dititip di yayasan, kalau kondisinya menjadi lebih baik, antara 3-4 bulan saja, tidak akan selamanya."
Baca juga: Bikin Air Mata Meleleh, Cerita Orang Tua Asuh Riki, Pria Terbelakang Mental di Sumedang yang Dibuang
"Saya bebenah membangun rumah di Karangsari, sudah dibangun, tadinya buat saya tinggal sama suami dan Riki, anak-anak saya biarkan di sini (di Puskopad, Tanjungsari)," kata Tuti kepada TribunJabar.id di kediamannya, Senin (10/4/2023) malam.
Tuti juga sudah bermusyawarah dengan anak-anaknya apakah boleh dia ingin mengurus Riki di tempat terpisah? Anak-anaknya mengizinkan.
Menghadapi lebaran, Tuti juga sudah menyiapkan baju baru untuk Riki berlebaran.
Tetapi kenyataan berkata lain. Riki ditemukan meninggal dunia pada Senin (3/4/2023) dini hari, di sekitar Jembatan Dano, Desa Rancamulya, Kecamatan Sumedang Utara.

"Saya tenang-tenang saja kan, saya dan warga lainnya sudah titipkan Iki (Riki) di yayasan, sudah kasih nomor kalau ada apa-apa tinggal kontak saya, sakit ataupun bagaimna, tapi waktu katanya kabur enggak ada konfirmasi, saya tahu dari bu RW setengah tujuh, kalau Iki meninggal," katanya.
Dia sendiri terakhir bertemu Riki Nugraha pada Februari di Yayasan Abadi Bina Mentari. Ketika itu, menurut Tuti kondisi Riki memang agak kurus namun kulitnya lebih bersih karena sering tinggal di dalam ruangan.
"Waktu itu, tak ada curiga apapun,"
"Kalau emang anak saya Riki dibuang, saya minta penegak hukum harus benar-benar memproses sampai tuntas,"
"Saya kehilangan, bukan sedih lagi, saya betul-betul kehilangan, walau bukan anak saya, Allah sudah menitipkan itu anak ke saya," katanya.
Pada Senin (3/4/2023) dini hari, Riki ditemukan meninggal dunia di rumah kosong di dekat Jembatan Dano, Kecamatan Sumedang Utara.
Belasan saksi, melihat sebuah mobil pengangkut orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) menurunkan Riki di sekitar tempat itu pada lima hari sebelumnya.(*)
Artikel TribunJabar.id lainnya bisa disimak di GoogleNews.
Pusjar SKTASNAS dan Politeknik STIA LAN Bandung Gelar Jalan Sehat dan Dialog Santai |
![]() |
---|
Billboard Brimob Polda Jabar di Jatinangor Sumedang Tanpa Tulisan Lagi, Dicabuti Massa |
![]() |
---|
Papan Brimob di Sumedang Dipasangi Spanduk 'Polisi Pembunuh' dan Dicoreti, Driver Ojol Dikumpulkan |
![]() |
---|
Kebakaran di Sumedang, si Jago Merah Lalap Kandang Ayam, Kerugian Capai Puluhan Juta Rupiah |
![]() |
---|
Wujudkan Layanan Andal, PLN UP3 Sumedang Intensifkan Pemangkasan Pohon di Sekitar Jaringan Listrik |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.