Yayasan Tempat Riki Nugraha Dirawat sebelum Meninggal Pindah, Lapor ke Dinsos Sumedang Hanya via WA

Pindahnya lokasi yayasan ini diketahui Dinas Sosial Kabupaten Sumedang, namun laporan disampaikan melalui WhatsApp, dan belum melalui surat resmi.

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/ Kiki Andriana
Kondisi rumah yang dipakai Yayasan Bina Abadi Mentari untuk praktik pengobatan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Desa Sukaratu, Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang, Kamis (13/4/2023) siang. 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Kiki Andriana dari Sumedang

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Yayasan Abadi Bina Mentari yang beralamat di Desa Sukaratu, Kecamatan Daramaraja, kini pindah ke Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang.

Kepindahan tersebut terkesan mendadak dan buru-buru. Padahal menurut aparat Desa Sukaratu, yayasan yang bergerak dalam pengobatan mental dan gangguan kejiwaan itu mengontrak dua rumah dan kontrakannya masih jauh ke jatuh tempo.

Yayasan dengan pasien 70 orang itu sudah beroperasi selama setahun. Dua rumah yang disewa, menurut informasi yang dihimpun, baru habis kontrak pada Agustus 2023.

Pantauan TribunJabar.id, Kamis (13/4/2023), situasi rumah yang di kontrak yayasan itu sudah lengang. Nama yayasan ini santer setelah kasus dugaan dibuangnya Riki Nugraha (35) sebagai pasien ke kawasan Sumedang Utara.

Baca juga: Viral Dugaan Pembuangan Riki di Sumedang, Rumah yang Dipakai Yayasan Abadi Bina Mentari Kini Kosong

Di tempat itu, di sekitar Jembatan Dano, Riki meninggal dunia setelah lima hari dirawat oleh warga.

Pindahnya lokasi yayasan ini diketahui Dinas Sosial Kabupaten Sumedang, namun laporan disampaikan melalui WhatsApp, dan belum melalui surat resmi.

"Iya, ada pemberitahuan ke kami via WA, sementara klien Abadi Bina Mentari dipindah ke Yayasan Sumber Barokah di Rancakalong," kata Kadinsos Sumedang, Dikdik Sadikin kepada TribunJabar.id melalui pesan singkat.

Namun, Dikdik mengaku tak tahu soal alasan kepindahan yayasan tersebut.

Namun, pemilik Yayasan Abadi Bina Mentari dan Yayasan Sumber Barokah masih memiliki ikatan keluarga.

Termasuk yang melaporkan kepindahan via WhatsApp tersebut, bukanlah pemilik Abadi Bina Mentari yang pernah diwawancara TribunJabar.id, yakni Dera Rendra, atas dugaan pembuangan pasien tersebut.

Yang melaporkan adalah Ecek Karyana, pemilik Yayasan Sumber Barokah. Nama Ecek pernah hangat menjelang kontenstasi Pilkada di Kabupaten Sumedang pada tahun 2018.

"Coba tanyakan saja (apa alasannya), yang melapor Pak Ecek," kata Dikdik Sadikin.

Baca juga: Dinsos Sumedang Sebut Yayasan Diduga Buang Riki Nugrahan Belum Terakreditasi, Sesalkan Tak Melapor

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved