Breaking News

Yayasan Bina Abadi Mentari Pindahkan ODGJ ke Rancakalong, Disorot Setelah Diduga Buang Riki Nugraha

Yayasan Bina Abadi Mentari mengosongkan bangunan yang selama ini mereka pergunakan untuk merawat dan mengobati orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

|
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Giri
Tribun Jabar/ Kiki Andriana
Kondisi rumah yang dipakai Yayasan Bina Abadi Mentari untuk praktik pengobatan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Desa Sukaratu, Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang, Kamis (13/4/2023) siang. 

Temboknya bercat biru.

Sebagian halamannya masih berupa tanah. Ada pagar teralis yang menjadi pembatas berwarna putih dan pudar.

Milyana mengatakan, yayasan tersebut sudah beroperasi di Desa Sukaratu selama setahun.

Tenggat sewa rumah itu, ujarnya, baru akan habis pada Agustus 2023.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumedang, Dikdik Sadikin, mengatakan, belum ada laporan resmi dari Yayasan Bina Abadi Mentari terkait kepindahan mereka.

Meski demikian, ujar Dikdik, kepindahan itu sudah ia ketahui.

"Ada pemberitahuan ke kami via WA bahwa untuk sementara, klien Abadi Bina Mentari dipindah ke Yayasan Sumber Barokah di Rancakalong," kata Dikdik melalui pesan singkat yang ia sampaikan menjawab pertanyaan Tribun  Jabar.

Dikdik mengaku tak tahu soal alasan kepindahan yayasan tersebut.

Menurutnya, pemilik Yayasan Abadi Bina Mentari dan Yayasan Sumber Barokah masih satu keluarga.

Dikdik mengatakan, pesan WA terkait kepindahan Yayasan Bina Abadi Mentari ini dikirim oleh pemilik Yayasan Sumber Barokah, Ecek Karyana.

Bukan oleh Dera Rendra dari Yayasan Bina Abadi Mentari.

Kasus kematian Riki Nugraha (35) masih dalam penanganan Polres Sumedang. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved